Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato pelantikan (The Trump White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
Presiden Donald Trump menyampaikan pidato pelantikan (The Trump White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Andrew Mountbatten-Windsor mengaku bertemu Epstein pada 1999, namun foto terbaru menunjukkan dirinya bersama Virginia Giuffre di rumah Maxwell.

  • Donald Trump membantah pernah naik pesawat milik Epstein, namun catatan penerbangan membuktikan bahwa Trump terbang dengan jet Epstein setidaknya delapan kali sepanjang dekade 1990-an.

  • Elon Musk menolak undangan Epstein ke pulau pribadinya, tetapi bocoran dokumen terbaru menunjukkan ketertarikan Musk untuk berkunjung ke pulau tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rilis terbaru dokumen pengadilan terkait Jeffrey Epstein kembali menguak nama-nama besar yang selama bertahun-tahun membantah kedekatan mereka dengan sang predator seksual. Dari mantan presiden Amerika Serikat hingga tokoh kerajaan Inggris dan para miliarder teknologi, sejumlah figur berpengaruh tercatat pernah memberikan pernyataan yang belakangan dipertanyakan setelah arsip hukum dibuka ke publik.

Empat nama berikut menjadi sorotan karena pernyataan mereka soal hubungan dengan Epstein terbukti tidak sepenuhnya sejalan dengan temuan dokumen di Epstein Files yang dirilis.

1. Andrew Mountbatten-Windsor

Andrew Mountbatten-Windsor di National Memorial Arboretum, Alrewas, 1 September 2011 (Thorne1983, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Pada November 2019, mantan Pangeran Andrew untuk pertama kalinya memaparkan hubungannya dengan Jeffrey Epstein dalam wawancara BBC Newsnight bersama Emily Maitlis. Ia mengaku bertemu Epstein pada 1999 melalui Ghislaine Maxwell, meski pernyataan ini bertentangan dengan keterangan sekretaris pribadinya yang sebelumnya menyebut pertemuan terjadi pada awal 1990-an.

Andrew mengatakan tidak menyesali persahabatannya dengan Epstein dan menilai relasi tersebut memberinya banyak kesempatan dan pengalaman. Ia juga membantah tuduhan Virginia Giuffre terkait hubungan seksual pada 2001, mengklaim tidak pernah bertemu Giuffre, serta tidak mengingat foto kontroversial yang memperlihatkan dirinya bersama Giuffre di rumah Maxwell.

Melansir Sky News, beberapa foto yang termasuk dalam Epstein Files terbaru yang dirilis 30 Januari 2026 lalu memicu sorotan publik, misalnya foto yang memperlihatkan Andrew dalam posisi dekat dengan seorang perempuan yang terbaring di lantai, serta foto lama yang dikenal yang menunjukkan Andrew bersama Virginia Giuffre di rumah Ghislaine Maxwell di London.

2. Donald Trump

Presiden Donald Trump menyampaikan pidato pelantikan (The Trump White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Trump, yang selama ini secara terbuka menjaga jarak dari Epstein, sebelumnya membantah pernah menaiki pesawat milik Epstein atau mengunjungi pulau pribadinya. Dalam sebuah unggahan media sosial pada 2024, Trump menulis, “Saya tidak pernah berada di pesawat Epstein, atau di ‘pulau bodohnya’.”

Namun, catatan penerbangan yang baru dibuka menunjukkan bahwa Trump memang beberapa kali melakukan perjalanan dengan jet Epstein. Salah satu penerbangan bahkan hanya diisi oleh Trump, Epstein, dan seorang perempuan berusia 20 tahun yang identitasnya disamarkan. Penerbangan lain melibatkan sejumlah perempuan yang kemudian menjadi saksi potensial dalam kasus Ghislaine Maxwell.

Sekelompok dokumen yang baru dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengungkap bahwa Presiden Donald Trump memang terbang menggunakan jet pribadi milik Jeffrey Epstein setidaknya delapan kali sepanjang dekade 1990-an.

3. Elon Musk

Elon Musk (Daniel Oberhaus, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Elon Musk menyatakan bahwa Jeffrey Epstein pernah mengundangnya ke pulau pribadi di Karibia dan bahwa ia menolak ajakan tersebut. Dalam unggahan di platform X, Musk menegaskan, “Epstein mencoba membujuk saya untuk pergi ke pulau miliknya dan SAYA MENOLAK,” seraya membantah pernah menghadiri pesta, menaiki pesawat Epstein, atau mengunjungi pulau itu.

Dalam bocoran Epstein Files terbaru, terungkap Elon Musk justru bertanya kepada Epstein kapan waktu terbaik untuk mengunjungi pulaunya. Ia juga bertanya apakah Epstein bisa datang selama kunjungannya ke Kepulauan Virgin AS.

Meski berkas-berkas tersebut tidak memastikan bahwa Musk benar-benar pernah mengunjungi pulau Epstein dan tidak memuat tuduhan pelanggaran hukum, isinya menunjukkan bahwa ketertarikan untuk berkunjung sempat datang dari pihak Musk. Hal ini membuat pernyataan publik Musk soal penolakan undangan Epstein dipertanyakan setelah arsip korespondensi tersebut dibuka ke publik.

4. Bill Clinton

Bill Clinton berbicara di sebuah rapat umum di Phoenix, Arizona. Tanggal 20 Maret 2016 (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Awalnya, juru bicara Bill Clinton pada 2019 menyatakan bahwa Bill Clinton tidak tahu menahu tentang kejahatan yang dilakukan Epstein, termasuk pelanggaran yang pernah ia akui dan jalani hukuman di Florida maupun dakwaan federal di New York. Bill Clinton juga tidak pernah ke pulau pribadi Epstein (Little St. James), tidak pernah ke peternakan Epstein di New Mexico, dan tidak pernah ke rumahnya di Florida.

Semua perjalanan yang dilakukannya dengan jet Epstein pada awal 2000-an diklaim dilakukan untuk kegiatan terkait pekerjaan Clinton Foundation, dengan staf, pendukung yayasan, dan detail Secret Service ikut dalam setiap segmen penerbangan, melansir The Guardian.

Pernyataan Bill Clinton yang menyebut dirinya tidak memiliki hubungan berarti dengan Jeffrey Epstein dan tidak mengetahui aktivitas kriminalnya dipertanyakan setelah berbagai dokumen dibuka ke publik. Catatan penerbangan menunjukkan Clinton beberapa kali terbang dengan jet pribadi Epstein pada awal 2000-an, sementara foto, daftar kontak, dan arsip lain dalam Epstein Files menempatkannya jelas dalam lingkaran sosial Epstein, bertentangan dengan klaim bahwa relasi mereka terbatas dan bersifat formal.

Meski tidak ada bukti yang menuduh Clinton melakukan kejahatan, rangkaian data tersebut membuat bantahannya soal kedekatan dan intensitas hubungan dengan Epstein dinilai tidak sepenuhnya sesuai dengan fakta yang tercatat.

Rangkaian pernyataan yang saling bertabrakan dari keempat tokoh ini menunjukkan pola serupa: penyangkalan publik yang berulang kali tidak sejalan dengan dokumen, arsip, dan kesaksian yang kemudian terbuka.

Alih-alih bersikap transparan sejak awal, narasi yang dibangun cenderung diarahkan untuk meredam dampak reputasi dan menjaga citra personal. Dalam pusaran klarifikasi dan bantahan tersebut, suara serta penderitaan para korban justru kembali terpinggirkan, seolah yang paling mendesak bukanlah keadilan, melainkan penyelamatan nama besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team