ilustrasi bendera Iran (unsplash.com/Akbar Nemati)
Sejauh ini, Iran telah menyerang Bandara Internasional Kuwait dan target lainnya di negara-negara Teluk Persia dan meluncurkan serangan udara ofensif di tengah jeda Presiden Trump pada hari Selasa atas serangan yang menargetkan infrastruktur energi Iran.
Iran mengatakan tuntutannya yang diajukan pada hari Rabu terpisah dari kondisi yang diajukan selama putaran kedua negosiasi di Jenewa pada 27 Februari 2026 lalu, sehari sebelum serangan dimulai, untuk membahas program nuklir negara itu. Pembicaraan dianggap progresif tetapi tidak menghasilkan kesepakatan.
Sementara itu, Amerika Serikat juga meningkatkan kesiapan militernya. Gedung Putih menyebut operasi militer hampir mencapai tujuan utama, namun tetap membuka opsi eskalasi. “Kami sangat dekat untuk mencapai tujuan utama operasi ini, dan misi militer ini terus berjalan tanpa henti,” ujar Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt.