Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
74 Ribu Jemaah Tiba, Kemenhaj RI Badalkan Jemaah KJT-4 yang Wafat
Rombongan jemaah haji kloter PLM-3 dari Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatra Selatan, tiba di Bandara Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah. (IDN Times/Yogie Fadila/MCH 2026)
  • Sebanyak 74.646 jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah dalam 192 kloter, termasuk lebih dari 16 ribu lansia yang mendapat perhatian dan pendampingan khusus dari Kemenhaj RI.
  • Dua jemaah remaja asal Kalimantan Tengah yang sempat tertahan di imigrasi karena kendala visa akhirnya berhasil masuk Madinah setelah negosiasi panjang dan kini sudah bergabung dengan rombongan di hotel.
  • Satu jemaah Kloter KJT-14 wafat sesaat setelah mendarat, dan Kemenhaj RI memastikan ibadah hajinya akan dibadalkan oleh petugas resmi agar hak spiritualnya tetap terpenuhi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Madinah, IDN Times – Penyelenggaraan ibadah haji selalu membawa dua sisi cerita yang berjalan beriringan: kebahagiaan yang membuncah saat menginjakkan kaki di Tanah Suci, hingga ujian fisik yang menuntut keikhlasan. Memasuki hari ke-12 fase kedatangan pada Minggu (3/5/2026), dinamika tersebut tergambar jelas di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah.

Berdasarkan pembaruan data terkini pada pukul 06.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, menyampaikan sejumlah informasi krusial. Mulai dari puluhan ribu jemaah yang telah memadati Madinah, kelanjutan nasib jemaah remaja yang tertahan imigrasi, hingga kabar duka dari salah satu kloter yang baru saja mendarat.

1. Hampir 75 Ribu jemaah mendarat di Madinah, belasan ribu di antaranya Lansia

Jemaah haji khusus mendarat perdana di Bandara Internasional Madinah Prince Mohammed bin Abdul Aziz (Dok. MCH 2026)

Arus kedatangan jemaah haji dari berbagai embarkasi di Tanah Air terus bergerak masif dan konsisten. Dalam laporannya, Abdul Basir merinci bahwa hingga Minggu (3/5/2026) pagi, sudah ada 192 kelompok terbang (kloter) yang mendarat dengan selamat.

“Total jemaah yang sudah tiba di Kota Madinah ada 192 kloter dengan jumlah jemaah 74.646 jemaah,” papar Basir. Dari angka yang fantastis tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) memberikan perhatian ekstra kepada kelompok lanjut usia. Tercatat, sebanyak 16.177 orang dari total kedatangan merupakan jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan khusus.

2. Sempat terkendala di imigrasi, 2 jemaah remaja Kalimantan Tengah telah di hotel

Novia Ghina dan Rabiatul Adawiyah bersama Kadaker Bandara Abdul Basir serta jajaran petugas PPIH lainnya di area bandara Prince Mohammad bin Abdul Aziz (Dok. MCH 2026)

Di sela-sela laporannya, Basir juga memberikan pembaruan terkait drama tertahannya dua jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin (Kloter 9) di imigrasi sehari sebelumnya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua jemaah tersebut sempat terkendala visa yang terbaca cancel oleh sistem.

Berkat negosiasi alot dan proses panjang yang dilakukan oleh tim Kemenhaj RI di lapangan, persoalan tersebut dipastikan telah klir. “Melalui negosiasi dan proses yang cukup panjang, akhirnya dua jemaah tersebut bisa keluar dari imigrasi. Dan kemarin langsung kita antarkan ke hotel jemaah yang ada di Madinah,” tegas Basir, memastikan keduanya kini bisa fokus beribadah bersama rombongannya.

3. Kabar duka, satu jemaah Kloter KJT 14 wafat

Ilustrasi - Petugas imigrasi Arab Saudi memeriksa dokumen jamaah calon haji yang menggunakan layanan Fast Track Haji Makkah Route. (ANTARA FOTO/Umarul Faruq)

Di balik riuhnya sukacita kedatangan, terselip kabar duka yang menyelimuti operasional haji hari ini. Abdul Basir mengonfirmasi bahwa ada satu jemaah dari Kloter KJT-14 yang mengalami penurunan kondisi kesehatan secara drastis sesaat setelah mendarat di bandara.

Petugas kesehatan di lapangan langsung merujuk jemaah tersebut ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Namun, takdir berkata lain. “Informasinya tadi dini hari beliau meninggal dunia. Kita doakan mudah-mudahan beliau meninggal dalam keadaan husnul khotimah, keluarganya diberikan kesabaran dan ketabahan,” ungkap Basir prihatin.

4. Kemenhaj RI pastikan jemaah wafat akan dibadalkan hajinya

Suasana di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi pada Minggu (19/04/2026) (IDN Times/Yogie Fadila)

Bagi umat Islam, wafat saat sedang dalam niat dan perjalanan menunaikan ibadah haji adalah sebuah kemuliaan. Di sisi lain, pemerintah melalui Kemenhaj RI tidak tinggal diam dan memastikan hak spiritual jemaah yang wafat tetap tertunaikan.

Basir menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil alih tanggung jawab ibadah jemaah tersebut melalui skema badal haji (ibadah haji yang digantikan oleh orang lain). “Pemerintah akan melaksanakan kewajibannya untuk membadalkan haji beliau, melalui para petugas haji yang sudah berhaji,” terangnya. Terkait riwayat penyakit dan identitas lengkap jemaah, pihak Kemenhaj RI akan merilisnya secara resmi setelah mendapatkan izin dari otoritas kesehatan terkait.

Editorial Team