Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi suasana bandara internasional Suvarnabhumi, Thailand. (unsplash.com/Markus Winkler)
Ilustrasi suasana bandara internasional Suvarnabhumi, Thailand. (unsplash.com/Markus Winkler)

Intinya sih...

  • Operasi pemeriksaan oleh otoritas kesehatan di 3 bandara internasional.

  • Thailand siagakan tiga rumah sakit besar.

  • Berikut penjelasan tentang virus Nipah dan gejalanya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Otoritas kesehatan Thailand telah melakukan pemeriksaan di bandara internasional, terhadap lebih dari 1.700 penumpang yang tiba dari Kolkata, India, untuk mendeteksi virus Nipah. Ini menyusul laporan adanya wabah di beberapa wilayah India, terutama Benggala Barat.

Hingga saat ini, belum ada kasus virus Nipah yang terdeteksi pada para wisatawan tersebut. Thailand juga belum pernah mencatat kasus terkonfirmasi di negaranya.

Para pejabat menekankan bahwa penularan Nipah berbeda dari COVID-19. Sebab, orang yang terinfeksi tetapi belum menunjukkan gejala biasanya tidak menyebarkan virus, yang mengurangi risiko di antara penumpang lainnya, dilansir The Straits Times, Selasa (27/1/2026).

1. Operasi pemeriksaan oleh otoritas kesehatan di 3 bandara internasional

Tim pemeriksa keamanan bandara yang ditingkatkan beroperasi di tiga titik masuk utama, yakni bandara Suvarnabhumi, Don Mueng, dan Phuket. Mereka memeriksa kesehatan dan riwayat perjalanan penumpang. Petugas kesehatan dapat mengisolasi dan menguji kasus yang dicurigai dalam waktu sekitar 8 jam.

Protokol pengendalian penyakit tambahan, seperti prosedur disinfeksi untuk pesawat dari daerah yang terdampak, telah dijabarkan dalam kerangka kerja perintah kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Pihak berwenang mendesak masyarakat dan para wisatawan untuk tidak panik. Pihaknya mengimbau segera melaporkan gejala mirip flu, dan mengandalkan panduan kesehatan resmi seiring perkembangan situasi.

2. Thailand siagakan tiga rumah sakit besar

Ilustrasi brankar rumah sakit. (pexels.com/Pixabay)

Kementerian Kesehatan Masyarakat telah menginstruksikan tiga rumah sakit, guna bersiap menerima pasien yang diduga atau telah terkonfirmasi terinfeksi virus Nipah jika diperlukan. Adapun rumah sakit yang ditunjuk, yakni Rumah Sakit Rajavithi, Rumah Sakit Lerdsin, dan Rumah Sakit Nopparat Rajathanee.

Persiapan meliputi staf spesialis, ruang isolasi, perlengkapan medis, dan hubungan dengan lembaga yang menangani kompikasi kompleks, seperti pusat neurologi dan pernapasan.

Peningkatan dalam penyaringan dan kesiapan ini dilakukan di tengah wabah virus Nipah yang sedang berlangsung di beberapa wilayah India. Area tersebut dianggap sebagai patogen zoonosis dengan tingkat keparahan tinggi dan saat ini belum ada vaksin atau pengobatan khusus yang tersedia.

3. Berikut penjelasan tentang virus Nipah dan gejalanya

Ilustrasi virus Nipah. (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

BBC melaporkan, Virus Nipah dapat ditularkan dari hewan, seperti babi dan kelelawar buah, ke manusia. Virus ini juga menyebar dari orang ke orang melalui makanan yang terkontaminasi.

Masa inkubasi berkisar antara 4-14 hari. Orang yang tertular virus ini menunjukkan berbagai macam gejala, bahkan terkadang tidak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala awal dapat berupa demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan sakit tenggorokan. Pada beberapa orang, gejala ini dapat diikuti oleh rasa kantuk, perubahan kesadaran, dan pneumonia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencantumkan virus Nipah sebagai patogen prioritas. Alasannya, karena tingkat kematiannya yang tinggi, yang dilaporkan hingga lebih dari 75 persen dalam beberapa wabah, serta potensi epideminya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team