AS lancarkan serangan udara yang menargetkan milisi di Suriah. Ilustrasi (instagram.com/usairforce)
Sejauh ini, para analis menganggap bahwa Biden akan lebih fokus pada tekanan Tiongkok dan akan mengendurkan campur tangannya di Timur Tengah. Karena itu, serangan yang dilakukan oleh pasukan AS pada Kamis malam (25/2) tidak menandakan niat untuk memperluas keterlibatan AS di wilayah tersebut.
Melansir dari laman Associated Press, serangan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat adalah serangan udara. Lokasi serangan berada di timur Suriah, tepatnya di daerah Al Bukamal, sebelah barat sungai Eufrat. Wilayah tersebut berhadapan dengan wilayah Qaim, Irak. Serangan tersebut menghantam truk yang disinyalir membawa pasokan senjata.
Serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan AS membuat setidaknya satu orang meninggal, menurut pejabat Irak. Pejabat tersebut tidak mau menyebutkan namanya karena merasa tidak memiliki wewenang untuk membicarakan hal tersebut kepada publik.
Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, mengatakan "Saya yakin dengan target yang kami kejar, kami tahu apa yang kami capai," katanya kepada para wartawan. Meskipun laporan yang ada, menunjukkan satu orang tewas, tapi laporan lain mengatakan berbeda dan bahkan jumlah korban lebih banyak.