Jakarta, IDN Times – Laporan terbaru Wall Street Journal terkait kasus terbunuhnya 3 pasukan Amerika Serikat (AS) di Yordania menemukan fakta bahwa drone diduga tidak dapat dicegat oleh pasukan AS karena kesalahan identifikasi.
Identitas drone kamikaze itu membuat kebingungan pasukan AS karena kedatangannya bersamaan dengan penerbangan drone militer mereka di lokasi yang sama.
“Ketika drone musuh mendekati pangkalan di Yordania pada ketinggian rendah, sebuah drone AS juga kembali ke instalasi militer yang dikenal sebagai Tower 22,” ungkap seorang pejabat secara anonim, dilansir Al Jazeera, Selasa (30/1/2024).
Alhasil, tidak ada upaya untuk menembak jatuh drone musuh yang menghantam pos terdepan AS itu dan menewaskan tiga orang tentara AS di lokasi serta melukai 40 lainnya.
