potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/OpenStreetMap)
Iran sendiri mulai memblokade Selat Hormuz sejak 28 Februari. Blokade ini dilakukan sebagai balasan atas serangan AS dan Israel di Ibu Kota Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Pada 17 April, Iran sebetulnya sudah membuka kembali Selat Hormuz secara penuh sebagai balasan karena AS bersedia menyetujui gencatan senjata. Namun, sehari setelahnya, Iran memutuskan untuk menutup lagi selat tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk protes Iran karena AS tetap memblokade semua pelabuhan miliknya meski sudah ada gencatan senjata.
Sebetulnya, Iran sudah bersedia untuk membuka kembali Selat Hormuz. Kesediaan itu tertuang dalam proposal perdamaian baru yang dikirim ke AS lewat Pakistan pada 26 April. Sayangnya, Trump tidak puas dengan proposal tersebut. Sebab, proposal itu tidak berbicara soal penghentian program senjata nuklir milik Iran. Trump lebih suka Iran menghentikan program senjata nuklirnya jika ingin berdamai dengan AS daripada hanya membuka Selat Hormuz.