Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda kembali penyerangan terhadap Iran. Ia mengungkapkan, pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran yang dinilai cukup realistis untuk dijadikan dasar negosiasi.
Trump menyebut sebagian besar isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan telah menemukan titik temu antara kedua negara.
“Kami menerima proposal 10 poin dari Iran, dan kami percaya ini adalah dasar yang dapat dijalankan untuk bernegosiasi. Hampir semua poin pertentangan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran,” kata dia, dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram @POTUS, Rabu (8/4/2026).
Iran sendiri telah menyampaikan rencana 10 poin sebagai alternatif dari proposal gencatan senjata sementara, yang sebelumnya dimediasi Pakistan. Dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad, Pakistan mengusulkan gencatan senjata selama 45 hari sebagai langkah awal menuju perdamaian.
Namun, Iran menolak skema tersebut dan justru mendorong penghentian perang secara permanen. Sikap ini didasarkan pada kekhawatiran gencatan sementara hanya akan memberi waktu bagi pihak lawan untuk menyusun kembali kekuatan militer.
Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, proposal tersebut mencakup penghentian konflik di kawasan, jaminan jalur aman di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta rekonstruksi pascaperang. Meski begitu, rincian lengkap dari 10 poin tersebut belum dipublikasikan secara terbuka.
Iran juga menegaskan, komunikasi dilakukan melalui jalur tidak langsung, dengan Pakistan sebagai mediator. Teheran membantah adanya pertemuan langsung dengan negosiator Amerika Serikat terkait proposal tersebut.
Di tengah situasi ini, konflik telah meluas ke wilayah lain seperti Teluk dan Lebanon. Serangan Israel di Lebanon dilaporkan telah menyebabkan sekitar 1,2 juta orang mengungsi, memperburuk krisis kemanusiaan di kawasan.
Berikut proposal 10 poin Iran yang diajukan kepada Trump:
