Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Demonstrasi penuntutan perilisan Epstein Files di No Kings Day pada 18 Oktober 2025
Demonstrasi penuntutan perilisan Epstein Files di No Kings Day pada 18 Oktober 2025 (Geoff Livingston from DC, USA, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Epstein Files adalah kumpulan dokumen investigatif terkait kasus Jeffrey Epstein, termasuk catatan pengadilan, log penerbangan, dan buku kontak.

  • Dokumen ini mencakup lebih dari 3 juta halaman, 2.000 video, dan 180.000 gambar yang dirilis oleh DOJ secara bertahap.

  • Rilis dokumen ini merupakan hasil dari Epstein Files Transparency Act yang mewajibkan DOJ untuk mempublikasikan semua berkas tak rahasia yang berkaitan dengan kasus Epstein.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Departemen Kehakiman/Department of Justice (DOJ) pada hari Jumat (30/1/2026) telah mempublikasikan lebih dari tiga juta halaman dokumen tambahan sebagai bagian dari pelaksanaan Epstein Files Transparency Act, yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Trump pada 19 November 2025.

Dalam publikasi tambahan tersebut turut disertakan lebih dari 2.000 video dan 180.000 gambar. Jika digabungkan dengan rilis sebelumnya, total dokumen yang telah dibuka ke publik kini mendekati 3,5 juta halaman, sesuai dengan ketentuan undang-undang tersebut.

Berkas-berkas ini dihimpun dari lima sumber utama, termasuk perkara Epstein di Florida dan New York, kasus Ghislaine Maxwell di New York, sejumlah kasus di New York yang menyelidiki kematian Epstein, kasus di Florida yang menyelidiki mantan kepala pelayan Epstein, berbagai penyelidikan FBI, serta investigasi Kantor Inspektur Jenderal terkait kematian Epstein.

1. Apa itu Epstein Files?

Jeffrey Epstein (U.S. Virgin Islands, Department of Justice, Public domain, via Wikimedia Commons)

Jeffrey Epstein merupakan pengusaha asal Amerika Serikat yang terseret kasus kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur dan perdagangan seks sejak awal 2000-an. Namanya pertama kali mencuat setelah laporan pelecehan di Florida pada 2005, yang kemudian membuka rangkaian penyelidikan federal. Meski sempat mendapat kesepakatan hukum ringan pada 2008, kasus Epstein kembali mencuat pada 2018–2019 hingga ia ditangkap dan didakwa atas perdagangan seks sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di sel tahanan pada 2019.

Epstein Files sendiri adalah sebutan untuk kumpulan besar dokumen investigatif yang berkaitan dengan penyelidikan terhadap Jeffrey Epstein, termasuk materi dari banyak kasus hukum dan laporan penyelidikan yang dibuka oleh Departemen Kehakiman AS/Department of Justice (DOJ). Istilah ini merujuk pada berbagai berkas seperti catatan pengadilan, log penerbangan, buku kontak, memo internal, korespondensi, dan bukti lain yang dikumpulkan oleh penegak hukum dalam berbagai tahap penyelidikan. Dokumen tersebut bukan hanya satu daftar atau daftar nama, tetapi kombinasi dari banyak jenis materi yang memberi gambaran luas tentang jaringan, aktivitas, dan hubungan Epstein dalam konteks kasus hukum.

2. Isi dan sumber dokumen yang dirilis

Demonstrasi penuntutan perilisan Epstein Files di No Kings Day pada 18 Oktober 2025 (Geoff Livingston from DC, USA, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Publikasi ini mencakup jutaan halaman dokumen, lebih dari 2.000 video, serta ratusan ribu gambar yang dirilis secara bertahap oleh DOJ. Banyak media menggambarkan bahwa dokumen tersebut mencakup korespondensi, rekaman penerbangan, dan daftar kontak tokoh terkenal, yang memicu perdebatan dan spekulasi di publik. Meskipun materi sensitif seperti data korban disensor, keberadaan nama tokoh publik di dokumen ini telah memicu diskusi luas dan menarik perhatian media serta masyarakat internasional.

Arsip Epstein Files mencakup berbagai kategori bukti dan materi:

  • Catatan hukum dan proses pengadilan, termasuk dokumen sidang dan pengajuan permohonan pembukaan berkas.

  • Log penerbangan dan buku kontak, yang menunjukkan siapa saja yang terlihat berada dalam jaringan sosial dan penggunaan pesawat milik Epstein.

  • Korespondensi pribadi, seperti email dengan berbagai pihak yang dikenal atau dikaitkan dengan Epstein.

  • Foto dan catatan investigatif lainnya yang berkaitan dengan properti, kegiatan, dan orang-orang yang terlibat.
    Ini dijelaskan sebagai koleksi materi yang beragam secara konten dan konteks, bukan hanya daftar nama, dan meskipun memberi gambaran luas, keberadaan nama dalam dokumen tidak secara otomatis berarti terbukti bersalah secara hukum.

3. Mengapa dokumen ini dibuka ke publik

Dewan Perwakilan Rakyat AS Menyetujui RUU yang Menuntut Departemen Kehakiman untuk Merilis Epstein Files - 18 November 2025 (U.S. Congress, Public domain, via Wikimedia Commons)

Rilis Epstein Files dilakukan sebagai akibat dari undang-undang bernama Epstein Files Transparency Act yang mewajibkan Departemen Kehakiman AS mempublikasikan semua berkas tak rahasia yang berkaitan dengan kasus Epstein. Tujuannya adalah memberi akses publik terhadap materi investigasi yang sebelumnya tersembunyi, sekaligus menjawab tekanan dari media dan masyarakat soal dugaan keterlibatan figur berpengaruh serta cara penanganan hukum terhadap kasus ini.

Epstein Files Transparency Act adalah undang-undang yang disahkan oleh kongres AS ke-119 dan ditanda tangani oleh Presiden Donald Trump pada 19 November 2025. Undang-undang ini mewajibkan Jaksa Agung Amerika Serikat untuk "menyediakan secara publik dalam format yang dapat dicari dan diunduh" semua berkas yang berkaitan dengan penuntutan terhadap pelaku pelecehan seksual anak yang telah meninggal, Jeffrey Epstein (jika perlu, mendeklasifikasi berkas tersebut sejauh mungkin) dalam waktu 30 hari setelah pengesahan, dan kemudian memberikan kepada Komite Kehakiman di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat "daftar lengkap semua pejabat pemerintah dan tokoh yang memiliki pengaruh politik" yang disebutkan dalam berkas tersebut.

Terungkapnya Epstein Files menyebabkan pengunduran diri sejumlah tokoh termasuk Miroslav Lajčák dan Peter Mandelson; serta potensi dakwaan penghinaan terhadap Kongres terhadap Bill dan Hillary Clinton, menyusul penyelidikan DPR terhadap hubungan Bill dengan Epstein. Keluarga kerajaan Inggris bahkan telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait pemutusan hubungan kerajaan terhadap mantan pangeran Inggris, Prince Andrew, atas keterlibatannya terhadap kasus Jeffrey Epstein.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team