Menko PM Muhaimin Iskandar mengajak seluruh unsur, mulai dari penyelenggara, petugas di lapangan, hingga jemaah haji itu sendiri, untuk bersatu padu dan mematuhi regulasi yang ada demi kelancaran puncak ibadah haji pada 8-13 Zulhijah 1447 H (25-30 Mei 2026). (Dok. MCH 2026)
Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, mengapresiasi terobosan-terobosan teknis yang disiapkan Kemenhaj. Salah satu skenario yang disorotnya adalah pemberian penanda nama khusus di setiap tenda jemaah di Arafah untuk mencegah kasus tersasar, serta pengaturan transportasi dan konsumsi yang dinilai sangat sistematis.
"Oleh Pak Menteri (Menhaj Irfan Yusuf), Amirul Hajj, dan semua jajaran, juga berbagai lintas sektoral, yaitu KBRI, KJRI, dan berbagai lembaga yang terkait, (ini adalah bentuk) bersinergi menuntaskan seluruh pelaksanaan, khususnya Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina)," ujar Cak Imin usai rapat di Makkah.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perencanaan penyelenggaraan haji—dari kedatangan hingga persiapan Armuzna—telah berada di jalur yang tepat.
"Secara perencanaan, dari sejak awal sampai sekarang, berjalan dengan baik. Hari ini kita terus menunggu pematangan sekaligus pelaksanaan dari perencanaan Armuzna yang akan datang," imbuhnya.
Mengingat Armuzna adalah tempat berkumpulnya jutaan umat Islam dari seluruh dunia dalam waktu bersamaan, potensi kendala di lapangan akan selalu ada. Namun, dengan mitigasi yang telah disusun oleh Kemenhaj, Cak Imin meyakini jemaah haji Indonesia akan terlayani dengan maksimal.
"Sejarah pertama Kementerian Haji melaksanakan ini, kita optimis dan yakin sepenuhnya berbagai skenario secara teknis telah dipersiapkan," tegas Cak Imin, merujuk pada perubahan nomenklatur kementerian yang kini berdiri sendiri untuk fokus pada urusan haji.
Menutup pernyataannya, Menko PM mengajak seluruh unsur, mulai dari penyelenggara, petugas di lapangan, hingga jemaah haji itu sendiri, untuk bersatu padu dan mematuhi regulasi yang ada demi kelancaran puncak ibadah haji pada 8-13 Zulhijah 1447 H (25-30 Mei 2026).
"Sekarang saatnya kita terus bekerja sama, terutama penyelenggara, petugas, jemaah haji, untuk disiplin menjadi bagian integral dari suksesnya pelaksanaan ibadah haji 2026 ini. Semoga Allah meridai dan menyukseskan semua perencanaan yang matang ini. Amin," pungkasnya.