Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi kapal tanker
ilustrasi kapal tanker (unsplash.com/thanasis_p)

Intinya sih...

  • AS akan membuka keran ekspor minyak Venezuela untuk menarik sanksi dan membiarkan arus minyak keluar, dengan tujuan menstabilkan ekonomi Venezuela.

  • Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa Venezuela setuju mengirimkan 30-50 juta barel minyak ke AS dengan harga pasaran global, yang akan dikontrol prosesnya.

  • AS berencana melakukan operasi militer di Atlantik untuk menghalangi masuknya kapal tanker Rusia dan Iran yang melarikan diri dari blokade AS untuk berlabuh ke Venezuela.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mengatakan akan mengontrol penjualan minyak Venezuela dalam waktu yang belum ditentukan. Langkah ini menyusul rencana pengangkatan pembatasan ekspor minyak Venezuela di pasar minyak global. 

“Kami membutuhkan pengaruh dan kontrol kepada penjualan minyak tersebut untuk mengubah semuanya yang harus terjadi di Venezuela,” ungkap Menteri Energi AS, Chris Wright, dikutip dari BBC, Kamis (8/1/2026). 

Sebelumnya, AS menyebut bahwa Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, bersedia bekerja sama. Di bawah pemerintahan baru, AS dan Venezuela akan meningkatkan hubungan diplomatik. 

1. AS berencana membuka keran ekspor minyak Venezuela

Gedung Putih mengatakan bahwa AS akan memulai dengan memasarkan minyak Venezuela. Dengan ini, AS akan menarik seluruh sanksi yang menyebabkan pembatasan penjualan minyak mentah Venezuela. 

“Kami akan membiarkan arus minyak keluar. Kemudian uang tersebut akan kembali ke Venezuela dan kami tidak akan mencuri minyak negara mana pun. Langkah ini untuk menstabilkan ekonomi Venezuela,” tuturnya. 

Sebagai informasi, Venezuela adalah negara dengan cadangan minyak bumi terbesar di dunia. Namun, kurangnya investasi, kesalahan manajemen, dan sanksi AS membuat produksinya turun signifikan. 

2. Trump sebut Venezuela akan kirim 50 juta barel minyak ke AS

Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahan sementara Venezuela setuju mengirimkan minyak kualitas terbaik ke AS. Jumlah minyak yang akan dikirim mencapai 30-50 juta barel. 

“Minyak tersebut akan dijual sesuai harga pasaran minyak global dan akan dikontrol prosesnya untuk memastikan penjualan minyak tersebut dapat menguntungkan bagi rakyat Venezuela dan AS,” ungkapnya, dilansir Fox News.

Rencananya minyak tersebut akan dikirimkan langsung ke AS lewat kapal. Nantinya, Kementerian Energi AS yang akan mengeksekusi pengiriman minyak dari Venezuela ke AS. 

3. AS akan mengadakan operasi untuk menangkap kapal minyak Rusia dan Iran di Atlantik

Pada saat yang sama, AS mengumumkan rencana operasi militer di Atlantik untuk menghalangi masuknya kapal tanker Rusia dan Iran. Mereka dianggap sudah melarikan diri dari blokade AS untuk berlabuh ke Venezuela. 

Dilansir EFE, terdapat kapal tanker Marinera yang berlayar menggunakan nama Bela-1 dan berbendera Guyana dari Iran. Terdapat kabar bahwa Rusia sudah mengirimkan kapal selam dan kapal perang lainnya untuk melindungi kapal Marinera. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team