Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan semakin dekat mencapai kesepakatan baru untuk memperpanjang gencatan senjata dan membuka kembali lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz. Meski belum disetujui Presiden Donald Trump, perkembangan negosiasi tersebut memunculkan harapan baru terhadap meredanya konflik di Timur Tengah.
Empat sumber yang mengetahui pembahasan itu mengatakan, kesepakatan akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sambil melanjutkan negosiasi mengenai isu yang lebih rumit, termasuk program nuklir Iran.
Jika disetujui oleh pimpinan di Washington dan Teheran, kesepakatan itu akan menjadi langkah terbesar menuju perdamaian sejak konflik pecah pada 28 Februari lalu.
Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan, pembahasan masih berlangsung dan kedua pihak masih mendiskusikan sejumlah poin teknis. “Kami masih bolak-balik membahas beberapa poin bahasan. Kami telah membuat banyak kemajuan,” kata Vance kepada wartawan, dilansir dari Channel News Asia, Jumat (28/5/2026).
Ia menambahkan, Trump belum mengambil keputusan akhir terkait rancangan kesepakatan tersebut.
“Mudah-mudahan kami terus membuat kemajuan dan Presiden berada pada posisi untuk mendukung kesepakatan ini, tetapi jelas itu masih harus ditentukan,” ujarnya.
