bendera Israel (pexels.com/Leon Natan)
Apabila kekuatan dan pengaruh Iran di Timur Tengah terkikis tajam akibat perang, Israel berpotensi tampil sebagai satu-satunya kekuatan dominan tanpa penyeimbang berarti. Sejumlah pemimpin kawasan kini menilai ancaman terbesar bukan lagi berasal dari Iran. Mereka justru memusatkan perhatian pada kemungkinan Israel yang ekspansif dan agresif, ditambah risiko kekacauan bila Iran runtuh.
Bader al-Saif selaku dosen sejarah di Universitas Kuwait menyampaikan kepada New York Times bahwa langkah militer terhadap Iran dinilai tak sejalan dengan kepentingan negara-negara Teluk.
“Pemboman Iran bertentangan dengan perhitungan dan kepentingan Negara-negara Teluk Arab. Menetralkan rezim saat ini, baik melalui perubahan rezim maupun rekonfigurasi kepemimpinan internal, berpotensi berubah menjadi hegemoni Israel yang tak tertandingi, yang tidak akan menguntungkan Negara-negara Teluk,” katanya.
Analis regional, Galip Dalay, juga menulis di Chatham House bahwa persepsi ancaman di Timur Tengah kini telah bergeser.
“Bagi para pemimpin Timur Tengah, ancaman telah berubah: risiko terbesar sekarang adalah Israel yang ekspansif dan agresif, serta kekacauan dari negara Iran yang berpotensi runtuh,” tulisnya, dikutip dari dikutip dari Responsible Statecraft.