Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) melalui Departemen Keuangan secara resmi menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Kok An, seorang senator Kamboja dan pengusaha yang dikenal sebagai sekutu Presiden Senat Kamboja, Hun Sen, pada Kamis (23/4/2026).
Langkah ini diambil karena ia diduga terlibat dalam memfasilitasi jaringan pusat penipuan transnasional yang mengakibatkan kerugian warga negara AS hingga jutaan dolar AS melalui skema penipuan asmara berbasis aset kripto.
Sanksi tersebut tidak hanya ditujukan kepada Kok An secara pribadi, tetapi juga kepada 28 individu dan entitas bisnis lain yang beroperasi di Asia Tenggara. Operasi penegakan hukum ini menyoroti penyalahgunaan teknologi kripto oleh sindikat kriminal untuk mencuci uang, serta melibatkan warga AS yang kehilangan asetnya dan pekerja migran yang menjadi korban kerja paksa di kompleks perkantoran tersebut.
