Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
AS Tangguhkan Kerja Sama Militer Bersejarah dengan Kanada
Presiden AS, Donald Trump, dan PM Kanada, Mark Carney. (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Amerika Serikat menangguhkan partisipasi dalam Permanent Joint Board on Defense (PJBD) dengan Kanada, memicu ketegangan baru di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
  • Pemerintah Kanada menegaskan komitmennya menjaga keamanan Amerika Utara dan menyebut tetap terbuka untuk kerja sama pertahanan meski AS menilai kontribusinya belum cukup.
  • Penangguhan PJBD menimbulkan kekhawatiran akan berdampak pada kerja sama militer lain seperti NORAD, serta dianggap sebagai tekanan agar Kanada meningkatkan belanja pertahanannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) menangguhkan keterlibatannya dalam dewan pertahanan gabungan dengan Kanada pada Senin (18/5/2026). Langkah ini menambah daftar panjang ketegangan antara kedua negara di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump.

Departemen Pertahanan AS menghentikan partisipasinya dalam Permanent Joint Board on Defense (PJBD) demi mengevaluasi ulang manfaat forum tersebut. Penangguhan ini dipicu oleh anggapan Washington bahwa pemerintahan Kanada telah gagal memenuhi komitmen militernya.

1. PJBD dibentuk pada masa Perang Dunia II

Mantan PM Kanada, William Lyon Mackenzie King dan mantan Presiden AS Franklin D. Roosevelt (National Film Board of Canada, Public domain, via Wikimedia Commons)

PJBD adalah dewan pertahanan bersejarah yang dibentuk pada Agustus 1940 oleh Presiden AS Franklin D. Roosevelt dan Perdana Menteri Kanada William Lyon Mackenzie King. Pembentukan forum ini awalnya bertujuan untuk mengamankan kawasan Amerika Utara selama masa Perang Dunia II.

Dewan ini beranggotakan para pejabat tinggi militer maupun pihak sipil dari kedua negara tetangga tersebut. Mereka secara rutin bertemu untuk menyusun kebijakan keamanan benua serta rencana operasi militer di wilayah Kutub Utara.

Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby, mengkritik kebijakan pertahanan Kanada.

"Kanada telah gagal membuat kemajuan yang nyata pada komitmen pertahanannya. Kekuatan nyata harus mempertahankan retorika kita dengan tanggung jawab pertahanan bersama," ujar Colby, dilansir Al Jazeera.

Sebelumnya, Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney menyerukan aliansi kekuatan menengah pada forum di Davos awal tahun ini. Pidato tersebut dinilai sebagai sindiran terhadap kebijakan luar negeri AS yang gemar menekan para sekutunya.

2. Respons Kanada terkait penangguhan AS

Bendera Kanada. (unsplash.com/Praveen Kumar Nandagiri)

Pemerintah Kanada menyatakan, pihaknya akan terus berkomitmen menjaga keamanan di Amerika Utara melalui berbagai pengadaan baru.

"Kanada akan bekerja dengan mitra terpercaya bagi pihak yang siap bekerja sama dengan kami. Kami selalu siap berdiskusi secara konstruktif tentang cara terbaik untuk memperkuat pertahanan dan keamanan bersama," kata Menteri Pertahanan Kanada David McGuinty, dilansir CBC News.

Sebelumnya, Kanada sebenarnya sudah mengumumkan bahwa mereka telah mencapai target pengeluaran pertahanan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) sebesar dua persen dari produk domestik bruto (PDB). Pencapaian ini didorong oleh kucuran dana tambahan senilai miliaran dolar AS untuk militer negara tersebut pada tahun lalu.

Namun, angka tersebut rupanya belum memuaskan pemerintahan Trump yang menginginkan alokasi dana lebih besar dari para sekutunya. Washington menekan negara NATO untuk meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga lima persen dari PDB dalam satu dekade ke depan.

3. Dikhawatirkan merembet ke kerja sama militer lain

Presiden AS Donald Trump dan PM Kanada Mark Carney (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)

Penangguhan PJBD memicu kekhawatiran di kalangan pakar keamanan serta barisan pejabat Kanada. Mereka menilai keputusan pemerintahan Trump dapat merusak kerja sama lain yang sudah ada sejak lama.

"Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) akan menjadi target pemotongan berikutnya oleh pemerintah Amerika Serikat. Tidak diragukan lagi bahwa hal itu akan sangat merusak keamanan Kanada," tutur mantan anggota parlemen Kanada, John McKay, dilansir National Post.

Sejumlah pengamat menduga langkah AS ini merupakan taktik untuk memaksa Ottawa agar segera memborong persenjataan udara AS. Sebelumnya, pejabat AS sempat mengancam akan mengevaluasi perjanjian pertahanan jika Kanada membatalkan rencana pembelian jet tempur F-35 buatan mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team