Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, bersama dengan semua pejabat tinggi, diklaim masih hidup setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan di seluruh negeri pada Sabtu (28/2/2026). Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi kepada NBC News.
Araghchi mengatakan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei bersama dengan semua pejabat tinggi, masih hidup "sejauh yang saya ketahui", dalam sebuah wawancara dari Teheran dengan media AS tersebut seperti dilansir AFP. Dia menambahkan bahwa "semua pejabat tinggi masih hidup".
Araghchi mengatakan bahwa ia telah berhubungan dengan negara-negara Teluk dan "menjelaskan kepada mereka bahwa kami tidak berniat untuk menyerang mereka tetapi kami sebenarnya menyerang pangkalan Amerika sebagai tindakan membela diri".
Ia menambahkan bahwa meskipun saat ini tidak ada komunikasi dengan Washington, "jika Amerika ingin berbicara dengan kami, mereka tahu bagaimana mereka dapat menghubungi saya. Kami tentu tertarik untuk melakukan deeskalasi".
