Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir (unsplash.com/Chris Gallagher)
Banjir (unsplash.com/Chris Gallagher)

Jakarta, IDN Times - Kawasan ibu kota Kolombo di Sri Lanka terendam banjir dan lumpur akibat hujan lebat yang disebabkan oleh Siklon Ditwah, pada Sabtu (29/11/2025). Menurut otoritas setempat, badai tersebut memicu banjir dan longsor di berbagai wilayah di seluruh negeri.

Pada Minggu (30/11/2025), pihak berwenang melaporkan bahwa korban tewas akibat banjir dan longsor mendekati hampir 200 jiwa, sementara puluhan orang masih hilang. Situasi darurat memaksa ribuan warga harus mengungsi dan mengganggu aktivitas normal di banyak lokasi.

1. Banjir meluas ke ibu kota dan area permukiman

Banjir meluas hingga ke wilayah permukiman di pinggiran dan pusat Kolombo. Genangan air dan lumpur menenggelamkan rumah-rumah, memaksa banyak keluarga mengungsi.

Menurut laporan, sungai utama seperti Kelani River meluap sehingga memperparah banjir di dataran rendah dekat ibu kota. Salah satu korban, warga di kawasan pinggiran Colombo, menggambarkan kondisi ketika air naik cepat.

“Kami bangun pagi dan rumah sudah terendam sampai lantai atas. Kami cuma bisa lari,” ungkapnya, dilansir Dawn.

Akibat banjir ini, jalan raya, jembatan, dan jalur transportasi utama banyak yang terputus. Hal ini memperlambat evakuasi dan distribusi bantuan ke warga terdampak.

2. Angka pengungsi terus meningkat

Otoritas Sri Lanka menyatakan bahwa sedikitnya 153 orang telah tewas akibat banjir dan longsor, dengan 191 orang dilaporkan hilang dan lebih dari setengah juta warga terdampak secara nasional.

Ribuan warga telah dipindahkan ke sekitar 800 pusat pengungsian, yaitu di sekolah-sekolah atau bangunan umum. Pemerintah memperingatkan bahwa angka korban bisa terus bertambah, karena tim penyelamat masih berupaya menjangkau daerah-daerah terpencil yang terisolasi akibat longsor dan banjir.

3. Upaya tanggap darurat dari dalam negeri dan bantuan dari luar negeri

Negara sahabat seperti Pakistan meluncurkan tim bantuan kemanusiaan ke Sri Lanka, menyertakan tim penyelamat, rumah sakit lapangan, perahu penyelamat, tenda, makanan, dan obat-obatan yang dikirim via pesawat militer ke Kolombo.

Personel militer, angkatan laut, dan polisi dikerahkan secara masif untuk mengevakuasi warga, membuka akses jalan tertutup lumpur atau pohon tumbang, serta mendistribusikan bantuan dasar untuk pengungsi.

Pemerintah Sri Lanka juga memperingatkan warga untuk tetap berada di pusat pengungsian dan menghindari area rawan, terutama di sepanjang sungai dan lereng perbukitan lantaran hujan susulan dan risiko longsor masih tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team