Roman Protasevich mantan editor Nexta, yang ditahan di Belarusia setelah penerbangannya dialihkan ke Minsk. (Twittrr.com/Hanna Liubakova)
The Guardian melansir, Roman Protasevich adalah seorang pengkritik vokal terhadap Lukashenko. Dia adalah mantan editor saluran Telegram yang berpengaruh, Nexta dan Nexta Live. Protasevich dituduh Belarusia melakukan aksi terorisme dan memprovokasi kerusuhan setelah saluran Nexta menjadi salah satu saluran utama untuk mengorganisir protes anti-Lukashenko tahun lalu atas kecurangan pemilu. Protasevich telah tinggal di pengasingan dan Polandia sebelumnya menolak permintaan ekstradisi yang dikirim oleh Minsk.
Protasevich menyampaikan kepada rekan-rekannya bahwa pada saat menuju bandara di Athena, dia telah diikuti oleh seorang pembicara bahasa Rusia, yang mengikutinya ke antrean di bandara dan berusaha memotret dokumennya. Sejak kabar darinya itu rekan-rekannya belum diberi kabar lagi.
Pada tahun lalu Protasevich meliput kunjungan Svetlana Tikhanovskaya ke Athena oleh, mantan kandidat presiden yang telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin dalam pengasingan karena penipuan yang meluas selama pemilihan tahun lalu. Tikhanovskaya mendapat dukungan dari Barat, dia menjadi kandidat setelah suaminya dipenjara dan dilarang mencalonkan diri.
Dalam unjuk rasa tahun lalu di ibu kota Minsk selama berbulan-bulan dipadatai oleh ribuan massa, yang marah atas deklarasi kemenangan Lukashenko. Ada banyak kasus kebrutalan polisi dan ada sekitar 2.700 penuntutan tahun 2021. Atas tuduhan kecurangan pemilu dan kekerasan terhadap unjuk rasa tahun lalu UE telah memberikan sanksi kepada hampir 60 pejabat Belarusia, termasuk Lukashenko dan putranya Victor.
Pemerintahan Lukashenko telah bertindak keras terhadap oposisi, dia dianggap telah bertindak otoriter. Para penentang rezim telah ditangkap, termasuk beberapa yang telah melarikan diri ke luar negeri untuk menghindari penahanan, termasuk mantan juru bicara Lukashenko yang menghilang bulan lalu selama perjalanan ke Moskow dan kemudian muncul kembali dalam tahanan di Minsk.