Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mantan Presiden AS Bill Clinton dan istrinya Hillary Clinton
Mantan Presiden AS Bill Clinton dan istrinya Hillary Clinton (U.S. Marine Corps Lance Cpl. Cristian L. Ricardo, Public domain, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Pihak Clinton sempat tawarkan format wawancara terbatas.

  • DPR AS layangkan surat panggilan sejak Agustus lalu.

  • Hubungan Bill Clinton dan Epstein jadi sorotan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Bill Clinton, bersama sang istri, Hillary Clinton, akhirnya menyetujui permintaan untuk memberikan kesaksian dalam penyelidikan DPR AS terkait terpidana kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Persetujuan ini disampaikan oleh juru bicara keluarga Clinton kepada Komite Pengawasan DPR yang dipimpin Partai Republik pada Senin (2/2/2026).

Langkah tersebut diambil hanya beberapa hari sebelum DPR dijadwalkan melakukan pemungutan suara terkait tuduhan penghinaan terhadap Kongres kepada pasangan politisi Demokrat itu. Ancaman sanksi pidana dan denda yang serius membayangi keduanya jika resolusi penghinaan tersebut berhasil lolos di parlemen.

1. Pihak Clinton sempat tawarkan format wawancara terbatas

Bill dan Hillary Clinton (DoD photo by Mass Communication Specialist 1st Class Vanessa White), Public domain, via Wikimedia Commons)

Tim hukum keluarga Clinton awalnya mengajukan penawaran berupa wawancara selama empat jam bagi Bill Clinton yang dilakukan di New York City. Sementara itu, Hillary Clinton diusulkan untuk memberikan keterangan hanya melalui pernyataan tertulis di bawah sumpah tanpa perlu hadir secara fisik.

Ketua Komite Pengawasan DPR, James Comer, menolak usulan tersebut karena dianggap tidak masuk akal dan kurang jelas. Ia menegaskan bahwa pihak Clinton tidak berhak mendikte syarat-syarat dalam panggilan hukum dari parlemen.

Pasangan politisi Demokrat ini akhirnya setuju untuk hadir memberikan kesaksian langsung. DPR AS telah memutuskan untuk menangguhkan sementara pemungutan suara resolusi yang dijadwalkan pekan ini.

"Mereka telah bernegosiasi dengan itikad baik, sementara Anda tidak. Namun, mantan presiden dan mantan menteri luar negeri tetap akan hadir dan berharap langkah ini bisa menjadi preseden yang berlaku bagi semua orang," ujar juru bicara keluarga Clinton, Angel Ureña kepada Comer melalui unggahan di media sosial.

2. DPR AS layangkan surat panggilan sejak Agustus lalu

ilustrasi bendera Amerika Serikat. (unsplash.com/Brandon Mowinkel)

Komite Pengawasan DPR AS sebenarnya telah melayangkan surat panggilan sejak Agustus lalu kepada keluarga Clinton serta sejumlah mantan pejabat tinggi Kehakiman. Panggilan tersebut meminta keterangan terkait investigasi kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein.

Selama berbulan-bulan, Bill dan Hillary menolak untuk hadir di hadapan panel yang dipimpin Partai Republik tersebut. Mereka berargumen bahwa pemanggilan itu tidak sah secara hukum, tidak dapat dilaksanakan, dan menuduh Comer menargetkan mereka sebagai bagian dari kampanye balas dendam Presiden AS Donald Trump.

Situasi memanas ketika Komite DPR merekomendasikan agar pasangan Demokrat tersebut dikenai dakwaan penghinaan parlemen karena terus menolak bersaksi. Resolusi ini membawa konsekuensi hukum berat, termasuk potensi penahanan jika terbukti bersalah di pengadilan.

Pimpinan DPR AS menyambut baik perubahan sikap dari keluarga Clinton jelang batas waktu pemungutan suara.

“Itu perkembangan yang baik. Kami berharap semua orang mematuhi panggilan pengadilan dari Kongres," kata Ketua DPR Mike Johnson, dilansir The Straits Times.

3. Hubungan Bill Clinton dan Epstein jadi sorotan

Mantan Presiden AS Bill Clinton, Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell (Ralph Alswang, White House photographer, Public domain, via Wikimedia Commons)

Departemen Kehakiman AS (DOJ) baru saja merilis lebih dari 3,5 juta halaman dokumen terkait investigasi Epstein pada Jumat lalu. Dokumen tersebut mencakup ribuan video dan ratusan ribu gambar yang dikumpulkan selama penyelidikan.

Nama Bill Clinton menjadi sorotan karena hubungannya dengan Epstein pada akhir 1990-an dan awal 2000-an. Foto-foto dan catatan penerbangan menunjukkan Bill terbang dengan pesawat Epstein beberapa kali untuk perjalanan yayasan sebelum Epstein didakwa melakukan kejahatan seks.

Bill Clinton secara konsisten membantah melakukan kesalahan dan mengaku telah memutus hubungan sebelum Epstein didakwa pada 2006. Senada dengan suaminya, Hillary menegaskan tidak pernah memiliki interaksi bermakna, tidak pernah terbang dengan pesawat Epstein, ataupun mengunjungi pulau pribadinya.

Kubu Demokrat menuding investigasi ini sebagai upaya pengalihan isu dari fakta bahwa Donald Trump juga memiliki hubungan sosial dengan Epstein. Mereka menyoroti bahwa Trump sempat berusaha memblokir pengungkapan berkas investigasi sebelum akhirnya dipaksa merilis jutaan dokumen tersebut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team