Jakarta, IDN Times - Ketua Pusat Studi Amerika Universitas Indonesia (UI) Profesor Suzie Sudarman menilai, keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian perlu disikapi dengan kehati-hatian tinggi. Menurutnya, struktur dan piagam Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi fondasi diplomasi Indonesia.
Prof Suzie menegaskan, kepentingan nasional Indonesia sejatinya terfokus pada tiga hal utama, yakni menjamin pembangunan ekonomi, menjaga integritas teritorial, serta memperkuat kedaulatan nasional. Ketiga kepentingan tersebut, kata dia, hanya bisa dijaga melalui kebijakan luar negeri yang independen dan tidak berada di bawah pengaruh kekuatan adidaya mana pun.
“Kepentingan nasional Indonesia adalah menjamin pembangunan ekonomi, menjaga integritas teritorial, dan memperkuat kedaulatan nasional melalui kebijakan luar negeri bebas aktif,” ujar Prof Suzie kepada IDN Times, Rabu (28/1/2026).
Namun, ia mempertanyakan kredibilitas Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dewan tersebut awalnya diklaim bertujuan membantu mengakhiri perang di Gaza dan mengawasi rekonstruksi pascakonflik, tetapi piagamnya dinilai sarat masalah dan berpotensi melemahkan tatanan internasional yang telah ada.
