Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buntut Kematian 3 TNI di Lebanon, Massa Demo di Kedubes AS
Jenazah Kopda anumerta Farizal Rhomadhon yang gugur sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) tiba di lokasi rumah duka, Ledok, Lendah, Kulon, Progo, Sabtu (4/4/2026) malam. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
  • Tiga prajurit TNI gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon memicu aksi massa besar di depan Kedubes AS, diprakarsai Majelis Ormas Islam (MOI).
  • Ribuan demonstran mengenakan atribut Indonesia dan Palestina memenuhi Jalan Medan Merdeka Selatan sambil mengibarkan bendera Palestina serta menampilkan potret tiga prajurit yang gugur.
  • Ketua Presidium MOI, KH. Nazar Haris, menyerukan agar dunia internasional membuka akses umat muslim ke Masjid Al-Aqsa yang disebut kini tertutup bagi mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
5 Maret 2026

Ribuan warga mengikuti aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jakarta, diprakarsai oleh Majelis Ormas Islam (MOI) sejak pukul 08.33 WIB. Massa mengenakan atribut Indonesia dan Palestina serta membawa potret tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon.

5 Maret 2026

Para demonstran mengibarkan bendera Palestina dan menyanyikan lagu-lagu bertema perjuangan selama aksi berlangsung.

5 Maret 2026

Ketua Presidium MOI, KH. Nazar Haris, menyampaikan tuntutan agar akses umat Muslim ke Masjid Al-Aqsa dibuka dan menyerukan kesadaran dunia Islam terhadap kondisi tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Aksi unjuk rasa digelar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai respons atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
  • Who?
    Massa dari Majelis Ormas Islam (MOI) bersama ribuan warga yang mengenakan atribut Indonesia dan Palestina mengikuti aksi “Berjuta Doa untuk Syuhada.”
  • Where?
    Aksi berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, membentang dari area dekat Monumen Nasional hingga Stasiun Gambir.
  • When?
    Kegiatan dimulai pada Minggu pagi, 5 Maret 2026, sekitar pukul 08.33 WIB.
  • Why?
    Massa menyampaikan duka atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon serta menuntut akses bagi umat Muslim ke Masjid Al-Aqsa yang disebut sedang ditutup.
  • How?
    Demonstran membawa bendera Palestina, menampilkan potret para prajurit yang gugur, serta berorasi dan bernyanyi di sekitar panggung utama aksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga tentara Indonesia meninggal di Lebanon waktu kerja buat jaga damai. Banyak orang sedih dan marah, lalu mereka datang ramai-ramai ke depan Kedutaan Amerika di Jakarta. Mereka bawa bendera Indonesia dan Palestina, pasang foto para tentara, dan berdoa bersama. Mereka juga minta supaya orang Muslim boleh masuk ke Masjid Al-Aqsa lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun dilatarbelakangi duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, aksi “Berjuta Doa untuk Syuhada” menunjukkan kuatnya solidaritas dan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap nilai kemanusiaan dan keadilan. Ribuan warga berkumpul dengan damai, mengekspresikan empati nasional sekaligus semangat persaudaraan lintas batas melalui simbol dan doa bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi Perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL) menjadi luka besar bagi masyarakat Indonesia.

Kekecewaan besar dirasakan banyak masyarakat hingga memicu aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Minggu (5/3/2026) pagi.

Dilansir ANTARA, aksi itu diprakarsai oleh Majelis Ormas Islam (MOI). Demonstran mulai memadati area barat Jalan Medan Merdeka Selatan sejak pukul 08.33 WIB.

1. Massa memadati Jalan Medan Merdeka Selatan

Jenazah 3 personel pasukan perdamain PBB asal Indonesia di UNIFIL dipulangkan di tengah konflik Lebanon. (Dok. Peacekeepers Indonesia di UNIFIL)

Ribuan warga yang sebagian besar mengenakan pakaian dengan atribut Indonesia dan Palestina memadati Jalan Medan Merdeka Selatan arah barat, dari dekat gerbang Monumen Nasional (Monas) sampai Stasiun Gambir.

Aksi itu dinamakan demonstran “Berjuta Doa untuk Syuhada.” Para demonstran meramaikan area unjuk rasa yang dilengkapi panggung serta latar belakang potret tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon, yakni Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) M. Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

2. Bendera Palestina juga dikibarkan

ilustrasi bendera Palestina (Makbula Nassar, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons)

Para demonstran juga mengibarkan bendera Palestina pada unjuk rasa tersebut.

Sambil mengibarkan bendera, para demonstran juga mengumandangkan sejumlah lagu tentang aksi massa.

3. Tuntut akses ke Masjid Al-Aqsa untuk umat muslim

Masjid al-Aqsa (unsplash.com/nour tayeh)

Selain menyampaikan kekecewaan terkait gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, para demonstran juga mendesak akses untuk umat Muslim memasuki Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dibuka.

"Masjid Al-Aqsa saat ini sedang dikunci untuk kaum Muslimin, sedangkan Yahudi boleh masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa. Inilah sesuatu yang perlu kita gebrak di dunia Islam bahwa harus ada kesadaran dunia Islam," kata Ketua Presidium MOI, KH. Nazar Haris.

Melalui aksi itu, MOI ingin mendesak dunia internasional untuk mengizinkan umat Muslim beribadah di Masjid Al-Aqsa yang saat ini justru dibuka untuk umat Yahudi.

"Membela, membebaskan, membuka dan memerdekakan Masjid Al-Aqsa untuk kaum muslimin. Ini sesuatu yang penting. Maka pada hari ini, kita mengadakan aksi untuk memulai kesadaran di dunia Islam," ucap Nazar.

Editorial Team