Ilustrasi foto polusi udara. Sumber: Unsplash.com/Alexei Scutari
Dilansir dari Yonhap, menurut otoritas cuaca Korea Selatan, kepadatan partikel debu halus yang disebut PM 10 karena berdiameter lebih kecil dari 10 mikrometer itu, telah mencapai puncak setinggi 973 mikrogram per meter kubik di area Gunsan pada Selasa kemarin (30/03). Itu berarti bahwa level dari debu yang melanda beberapa wilayah di Korsel sempat berada pada tingkat "sangat buruk" karena kategori PM 10 yang normal biasanya antara 81 dan 150.
Pada hari pertama kejadian, Kementerian Lingkungan Hidup mengeluarkan pernyataan "waspada" tertinggi ketiga dalam empat tahap peringatan krisis terhadap debu kuning. Hal itu pun diberlakukan di 17 kota metropolitan dan provinsi untuk pertama kalinya sejak sistem siaga diadopsi pada 2015. Langkah-langkah pengurangan emisi darurat juga telah diberlakukan seperti di Busan hingga pulau Jeju, dimana jenis kendaraan tertentu dilarang dan 18 pembangkit listrik tenaga batu ditangguhkan.
Selain itu, kementerian sempat meminta agar semua sekolah di seluruh negeri meniadakan aktivitas outdoor dan meminta anak-anak serta orang yang rentan terhadap masalah pernapasan agar tidak meninggalkan rumahnya. Taman dan tempat umum untuk melihat bunga musim semi pun terlihat sepi dan pertandingan bisbol profesional dibatalkan. Sementara di Daegu dan kota-kota lain, pemandangannya begitu kabur sehingga batas pegunungan dan gedung-gedung tinggi hampir tidak dapat dibedakan.
Warga juga banyak dilaporkan memilih mengunci diri di kantor atau rumah karena takut akan efek dari partikel debu. Keluhan tentang nyeri tenggorokan dan mata iritasi pun terjadi sepanjang hari sejak debu melanda. "Bahkan di kantor, saya merasa tenggorokan saya sakit dan mata saya sakit. Jadi saya hampir tidak bisa berkonsentrasi pada pekerjaan saya sepanjang hari," kata seorang karyawan perusahaan di Seoul.
Diperkirakan bahwa PM 10 akan tetap berada pada tingkat yang sangat buruk di beberapa wilayah hingga hari ini, 31 Maret 2021, dan akan mulai membaik pada keesokan harinya.