Ilustrasi polisi (unsplash.com/Spenser H)
Juru Bicara BNP, Shahiduddin Chowdhury Annie, mengatakan bahwa polisi menembaki sekitar 5 ribu demonstran yang berkumpul dengan damai di luar kantor utama BNP di Dhaka tengah.
"Kami membiarkan lalu lintas bergerak. Tapi polisi tiba-tiba menyerang kami, menembaki para aktivis dan pendukung kami. Sedikitnya 100 orang terluka," kata Annie, dikutip dari The New Arab.
BNP menambahkan, setidaknya dua aktivis termasuk seorang pimpinan dari mahasiswa, tewas karena tembakan polisi.
Abdul Hye, seorang polisi yang bertugas di Dhaka Medical College Hospital, mengatakan beberapa korban telah dilarikan ke rumah sakit, termasuk satu jenazah dan delapan orang yang terluka.
Meski demikian, dia tidak bisa membeberkan apakah tubuh para korban itu terkena peluru tajam atau karet.
Juru bicara Kepolisian Metropolitan Dhaka, Faruq Ahmed, menyalahkan BNP karena memicu bentrokan. Ia mengatakan polisi berusaha mengamankan lalu lintas jalanan ketika aktivis partai menyerang petugas dengan batu dan bom molotov.
"Kami menembakkan peluru karet dan gas air mata untuk mengevakuasi warga dari jalan," katanya, dilansir The New Arab.