Jakarta, IDN Times- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas Iran saat berbicara dalam State of the Union, di Kongres AS, Rabu (25/2/2026). Ia mengatakan tetap membuka semua opsi terkait Iran.
Menurutnya, sudah lama menjadi kebijakan AS untuk tidak pernah mengizinkan Iran memperoleh senjata nuklir.
Presiden Trump mengatakan Teheran ingin membuat kesepakatan.
“Tapi kami belum mendengar kata-kata rahasia itu, 'Kami tidak akan pernah membangun senjata nuklir’,” katanya memberi seruan.
"Mereka telah mengembangkan rudal yang dapat mengancam Eropa dan pangkalan kami di luar negeri, dan mereka sedang berupaya membangun rudal yang akan segera mencapai Amerika Serikat," lanjut Trump.
Pada Juni tahun lalu, AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran. Presiden Trump mengklaim pada saat itu operasi tersebut menghasilkan ‘penghancuran total’ program nuklir Iran. Kemarin, ia menegaskan kembali militer AS telah menghancurkan program senjata nuklir Iran.
Presiden Trump mengatakan, Iran telah diperingatkan selama musim panas untuk tidak melakukan upaya lebih lanjut untuk membangun kembali program senjata nuklirnya.
“Namun mereka terus melakukannya, memulainya dari awal,” beber Trump menegaskan.
Ia menuturkan, Iran mengejar ambisi jahatnya. "Kita telah menghancurkannya dan mereka ingin memulainya lagi, Iran sekali lagi mengejar ambisi jahat mereka,” sambung dia.
"Pilihan saya adalah menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tetapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah membiarkan sponsor teror nomor satu di dunia, yang jelas-jelas merupakan yang terdepa, memiliki senjata nuklir. Itu tidak boleh terjadi,” kata Trump lagi.
