Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dimediasi AS, Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata Tiga Hari
ilustrasi perundingan damai Rusia dan Ukraina (unsplash.com/Zulfugar Karimov)
  • Rusia dan Ukraina sepakat melakukan gencatan senjata tiga hari mulai 8 Mei 2026 berkat mediasi Amerika Serikat yang dipimpin Presiden Donald Trump.
  • Kesepakatan ini mencakup pertukaran tawanan perang dengan format 1.000 untuk 1.000, disetujui setelah diskusi antara pemerintah AS, Rusia, dan Ukraina.
  • Sebelumnya, Rusia telah beberapa kali menetapkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina, termasuk saat perayaan kemenangan Perang Dunia II dan Hari Paskah Ortodoks.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Rusia dan Ukraina menyepakati gencatan senjata selama tiga hari pada Jumat (8/5/2026). Kesepakatan ini diraih berkat mediasi dari Amerika Serikat. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan negosiasi kedua negara dimulai pada Sabtu (9/5/2026) sampai Senin (11/5/2026) mendatang. 

"Permintaan ini diajukan langsung oleh saya. Saya sangat menghargai persetujuannya oleh Presiden Vladimir Putin dan Presiden Volodymyr Zelensky. Semoga ini adalah awal dari akhir perang yang sangat panjang, mematikan, dan penuh perjuangan," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, seperti dikutip Jerusalem Post.   

1. Rusia dan Ukraina menyambut gencatan senjata berkat mediasi AS

ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Omar Ramadan)

Langkah AS untuk mendorong gencatan senjata ini disambut baik oleh pihak Rusia dan Ukraina. Masing-masing perwakilan dari kedua negara tersebut mengatakan keputusan ini sangat tepat dilakukan untuk meredam perang yang sudah menewaskan banyak jiwa. 

"Oleh karena itu, hari ini, dalam kerangka proses negosiasi yang dimediasi oleh pihak Amerika (Serikat), kami menerima persetujuan Rusia untuk melakukan pertukaran tawanan perang dalam format 1.000 untuk 1.000," tulis Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, dalam sebuah unggahan di Telegram

"Kesepakatan mengenai masalah ini tercapai selama diskusi telepon kami dengan pemerintah AS," jelas Asisten Istana Kremlin, Yuri Ushakov.   

2. Rusia sebelumnya sudah mengumumkan gencatan senjata 2 hari dengan Ukraina

Warga sedang melakukan demonstrasi untuk mendesak Rusia berhenti menyerang Ukraina. (pexels.com/Sima Ghaffarzadeh)

Sebelumnya, Rusia sudah mengumumkan gencatan senjata singkat dengan Ukraina. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) Rusia pada Senin (4/5/2026).

Dilansir NPR, Selasa (5/5/2026), gencatan senjata ini ditetapkan untuk memperingati perayaan 81 tahun kemenangan Rusia atas pasukan Nazi, Jerman, saat Perang Dunia Ke-2. Gencatan senjata ini mulai berlaku pada Jumat (8/5/2026) dan Sabtu (9/5/2026).

3. Rusia pernah menetapkan gencatan senjata dengan Ukraina di Hari Paskah Ortodoks

ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Nothing Ahead)

Pada awal April lalu, Rusia juga pernah menetapkan gencatan senjata singkat selama 32 jam dengan Ukraina. Saat itu, gencatan senjata diberlakukan untuk menghormati perayaan Hari Paskah Ortodoks. 

Gencatan senjata ini diberlakukan setelah Zelenskyy meminta berulang kali kepada Rusia untuk menghentikan serangan selama Hari Paskah. Ini bertujuan untuk menghormati dan menjaga keamanan umat Kristen yang sedang merayakan hari agung tersebut.

“Kami mengusulkan gencatan senjata selama liburan Paskah tahun ini dan akan bertindak sesuai dengan itu. Masyarakat membutuhkan Paskah yang bebas dari ancaman dan pergerakan nyata menuju perdamaian dan Rusia memiliki kesempatan untuk tidak kembali melakukan serangan setelah Paskah juga,” ujar Zelenskyy dilansir CNN.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team