Selama bertahun-tahun, plastik telah muncul sebagai alasan utama di balik kematian banyak sapi dan hewan di India. Satu alasan terbesar di balik itu adalah orang-orang yang membuang sampah makanan di dalam kantong plastik.
"Saat membuang sampah, banyak orang memasukkan kulit sayur, kotoran dan sebagainya ke dalam plastik kemudian membuangnya," ujar Vineet Arora, kepala pengobatan Society for Prevention of Cruelty to Animals.
Di beberapa kota besar di India, pemilik biasanya membiarkan ternak mereka untuk merumput dengan bebas. Ada banyak yang mencari makan di sekitar tempat. Sapi menelan makanan dan membawanya kembali ke mulut untuk mengunyahnya sebelum mengirimnya ke perut, yang memiliki empat bilik.
Plastik yang tersimpan di perut menyebabkan lambatnya penyerapan nutrisi dan komplikasi lainnya yang bisa menyebabkan kematian hewan tersebut.
Pemerintah setempat telah berencana untuk mengatasi bahaya yang ditimbulkan oleh limbah plastik dengan lebih serius. Menteri Lingkungan India, Harsh Vardhan dalam konferensi pers pekan lalu menyebut akan mengakhiri ancaman plastik.
Apalagi, India akan menjadi tuan rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2018 dengan fokus pada polusi plastik. "Termasuk untuk kesehatan hewan, terutama sapi dan lainnya. Begitu banyak plastik ditemukan di perut mereka, sangat sulit bagi mereka," ujar Hars Vardhan.