Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Drone Ukraina Masuk, PM Latvia Putuskan Mundur
Perdana Menteri Latvia, Evika Silina. (Saeima, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)
  • PM Latvia Evika Silina resmi mundur setelah insiden drone Ukraina memicu krisis politik dan hilangnya dukungan dari koalisi pemerintahan.
  • Militer Latvia mengumumkan peringatan darurat di wilayah timur akibat dugaan masuknya drone asing, dengan NATO segera mengerahkan jet patroli udara.
  • Pemerintah Ukraina menawarkan bantuan pakar pertahanan udara ke Latvia untuk memperkuat keamanan kawasan Baltik di tengah ancaman agresi Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Latvia, Evika Silina memutuskan mundur dari jabatannya pada Kamis (14/5/2026). Keputusan ini menyusul insiden masuknya drone Ukraina ke Latvia pekan lalu. 

“Saat ini, kecemburuan politik dan kepentingan partai telah lebih penting dibanding tanggung jawab. Alhasil terjadi krisis dalam pemerintahan. Maka dari itu, saya mengumumkan pengunduran diri saya. Ini bukan keputusan mudah,” ungkapnya, dikutip dari LSM.

Pada akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds memutuskan resign dari jabatannya usai insiden masuknya drone Ukraina. Keputusannya untuk melindungi militer dari kampanye perpecahan.  

1. Presiden Latvia tidak lagi dukung Silina

Presiden Latvia, Edgars Rinkēvičs. (twitter.com/Rigas_pils)

Presiden Latvia, Edgars Rinkevics mengatakan bahwa koalisi Partai Progressives tidak lagi mendukung Silina. Ia juga menyampaikan bahwa Latvia tidak boleh masuk dalam ketidakpastian dan instabilitas. 

Rinkevics sudah menerima surat pengunduran diri Silina dan akan mengadakan konsultasi. Selain itu, akan ada pembahasan mengenai pembentukan pemerintahan baru di Latvia sesegera mungkin. 

Sementara itu, Silina merekomendasikan Raivis Melnis untuk menggantikan posisinya dibanding anggota dari koalisi Progressives. Melnis dikenal sebagai seorang kolonel militer Latvia. 

2. Militer Latvia kembali umumkan peringatan darurat masuknya drone

suasana di perbatasan Latvia-Rusia (Saeima, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons)

Pada Jumat (15/5/2026) dini hari, militer Latvia mengumumkan peringatan darurat imbas dugaan masuknya drone dari luar negeri. Peringatan itu diumumkan di Latvia bagian timur, meliputi Rezekne, Ludza, Balvi, dan Kraslava. 

Alhasil, Misi Patroli Udara Baltik NATO sudah meluncurkan pesawat jet pada pukul 02.00 waktu setempat. Sementara, warga di wilayah tersebut diminta untuk tetap berada di rumah dan menutup seluruh jendela maupun pintu rumah mereka. 

“Jika Anda melihat adanya objek terbang yang mencurigakan dan berbahaya, jangan mendekat dan panggil 112. Kami akan mengkonfirmasi kembali ketika ancaman sudah berakhir,” terangnya. 

3. Ukraina kirimkan pakar pertahanan udara ke Latvia

ilustrasi bendera Ukraina (unsplash.com/photofixation)

Menyusul insiden masuknya drone ke Latvia, Ukraina sudah mengumumkan akan membantu Latvia dalam memperkuat pertahanan udara. Kiev bersedia mengirimkan pakar pertahanan udara ke negara Baltik tersebut. 

Dilansir Euromaidan Press, Latvia dan Ukraina sepakat bahwa tantangan utama keamanan di kawasan Baltik adalah imbas agresi Rusia ke Ukraina. Latvia juga sudah bergabung dalam Koalisi Drone Internasional bersama dengan Inggris dan lebih dari 20 negara lain untuk membantu Ukraina.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team