Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Latvia, Evika Silina memutuskan mundur dari jabatannya pada Kamis (14/5/2026). Keputusan ini menyusul insiden masuknya drone Ukraina ke Latvia pekan lalu.
“Saat ini, kecemburuan politik dan kepentingan partai telah lebih penting dibanding tanggung jawab. Alhasil terjadi krisis dalam pemerintahan. Maka dari itu, saya mengumumkan pengunduran diri saya. Ini bukan keputusan mudah,” ungkapnya, dikutip dari LSM.
Pada akhir pekan lalu, Menteri Pertahanan Latvia, Andris Spruds memutuskan resign dari jabatannya usai insiden masuknya drone Ukraina. Keputusannya untuk melindungi militer dari kampanye perpecahan.
