Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dua Kapal Induk Disiagakan, AS Desak Warganya Tinggalkan Israel Secepatnya
ilustrasi operasi keamanan di area laut (pexels.com/germannavyphotograph)
  • Pemerintah AS mengizinkan pegawai non-esensial dan keluarganya meninggalkan Israel, serta mengimbau seluruh warga Amerika segera pergi karena situasi keamanan makin genting.
  • Perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa gagal mencapai kesepakatan, meski mediator Oman menyebut ada kemajuan signifikan menuju pembahasan lanjutan di Wina.
  • Presiden Donald Trump menyiagakan dua kapal induk di Timur Tengah sebagai langkah antisipasi jika Iran tak menghentikan aktivitas nuklirnya sesuai tuntutan Washington.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesAmerika Serikat (AS) mengizinkan pegawai pemerintah yang tak termasuk kategori esensial beserta keluarga mereka meninggalkan Israel. Kebijakan ini diambil setelah perundingan nuklir dengan Iran menemui jalan buntu dan ancaman aksi militer dari AS dinilai kian mendekat.

Departemen Luar Negeri AS kemudian mengimbau seluruh warga negaranya agar mempertimbangkan hengkang dari Israel selagi penerbangan komersial masih beroperasi, sekaligus menunda rencana perjalanan ke negara tersebut. Duta Besar (Dubes) AS untuk Israel Mike Huckabee mengirim surat elektronik kepada seluruh staf kedutaan pada Jumat (27/2/2026) pukul 00.04 waktu setempat dan kembali menyampaikan pesan serupa sebelum pukul 10.30 pagi.

“Mereka yang ingin mengambil AD harus melakukannya HARI INI. Meskipun mungkin masih ada penerbangan keluar dalam beberapa hari ke depan, mungkin juga tidak ada,” isi email itu, dikutip dari The Hill.

1. Huckabee minta staf segera amankan kursi penerbangan

ilustrasi sayap pesawat terbang (pexels.com/Pixabay)

Huckabee mengarahkan staf agar memprioritaskan mendapatkan kursi penerbangan menuju lokasi mana pun yang memungkinkan perjalanan dilanjutkan ke Washington. Ia menekankan hal terpenting adalah segera keluar dari Israel secepat mungkin. Ia juga memperkirakan kebijakan tersebut berpotensi memicu lonjakan permintaan kursi pesawat dalam waktu singkat.

Dalam pertemuan town hall bersama staf, Huckabee menyampaikan tak ada alasan untuk panik, tetapi siapa pun yang berniat pergi diminta bergerak cepat. Ia tengah berkoordinasi supaya maskapai tetap membuka layanan penerbangan dari Tel Aviv.

Sejumlah maskapai, termasuk KLM, telah mengumumkan penghentian sementara penerbangan dari Bandara Ben Gurion di Tel Aviv. Australia memerintahkan seluruh tanggungan pejabat resminya di Israel untuk segera meninggalkan negara tersebut karena situasi keamanan memburuk. India serta beberapa negara Eropa turut mengimbau warganya menunda perjalanan ke Iran.

2. Perundingan nuklir AS-Iran berakhir tanpa kesepakatan

ilustrasi area nuklir (pexels.com/Dan Meyers)

Peringatan itu disampaikan sehari setelah perundingan nuklir antara AS dan Iran di Jenewa berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. Kedua pihak hanya menyebut pembahasan tingkat teknis akan diteruskan pekan depan di kantor pusat Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina.

Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi yang berperan sebagai mediator utama langsung bertolak ke Washington keesokan harinya. Ia dijadwalkan bertemu Wakil Presiden JD Vance serta pejabat lain guna meyakinkan pemerintah AS bahwa perkembangan yang dicapai sudah memadai sehingga serangan militer tak diperlukan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa apa yang perlu terjadi telah dijelaskan dengan jelas dari pihaknya. Sementara itu, Albusaidi melaporkan pembicaraan di Jenewa menghasilkan kemajuan signifikan, meskipun baik AS maupun Iran belum merilis keterangan resmi mengenai rincian kemajuan tersebut.

3. Trump siagakan kapal induk AS di Timur Tengah

Kapal induk Angkatan Laut USS Gerald R. Ford (CVN-78) mengukus Samudra Atlantik selama simulasi transit selat dengan Gerald R. Ford Carrier Strike Group (GRFCSG) di Samudra Atlantik, 9 Oktober 2022. (S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Jackson Adkins, Public domain, via Wikimedia Commona)

Dilansir The Guardian, Presiden AS Donald Trump telah mengerahkan dua kelompok kapal induk ke kawasan Timur Tengah. Keduanya disiapkan untuk melancarkan serangan sewaktu-waktu apabila Iran tak menunjukkan keseriusan menghentikan aktivitas nuklirnya.

“Ide bahwa kita akan berada dalam perang Timur Tengah selama bertahun-tahun tanpa akhir yang terlihat – tidak ada kemungkinan hal itu akan terjadi,” kata Wakil Presiden JD Vance kepada Washington Post.

Vance juga mengaku belum mengetahui apakah Trump akan menyetujui langkah militer tersebut.

Di sisi lain, Iran menolak permintaan AS agar persediaan uranium yang telah diperkaya pada tingkat tinggi dikirim ke luar negeri. Teheran tetap mempertahankan hak untuk memperkaya uranium di dalam negeri, namun menyatakan kesiapan membatasi tingkat pengayaan hingga 20 persen atau lebih rendah guna kebutuhan reaktor riset di Teheran yang memproduksi isotop medis dengan bahan bakar dari Rusia.

Tiga fasilitas nuklir utama Iran hancur akibat pengeboman AS pada Juni tahun lalu. Satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir sipil di Bushehr masih beroperasi dengan suplai bahan bakar dari Rusia. Iran saat ini memiliki sekitar 400 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen. Material tersebut dapat diencerkan ke tingkat lebih rendah seperti yang pernah dilakukan dalam kesepakatan nuklir tahun 2015.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team