Kepolisian Provinsi Thanh Hoa berhasil mengembangkan kasus penemuan bangkai harimau di bunker milik Hoang Dinh Dat dengan menangkap tersangka kedua, Nguyen Doan Son. Pria berusia 31 tahun tersebut teridentifikasi sebagai pemasok utama yang menjual dua bangkai harimau kepada Dat. Penangkapan ini mengungkap jaringan perdagangan yang memanfaatkan teknologi digital untuk menutupi jejak komunikasi dari pihak berwenang.
Penyidik mengungkapkan bahwa kedua tersangka menggunakan platform media sosial Zalo untuk menyepakati transaksi ilegal tersebut guna menghindari pelacakan komunikasi tradisional. Dalam kesepakatannya, Dat membeli dua bangkai harimau dengan total berat hampir 400 kilogram seharga hampir dua miliar dong (Rp1,2 miliar).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nguyen Doan Son mengaku mendapatkan pasokan satwa langka tersebut dari seorang warga negara Laos di wilayah Provinsi Ha Tinh. Son kemudian membawa bangkai tersebut melintasi perbatasan provinsi menuju Thanh Hoa demi mendapatkan keuntungan pribadi yang besar. Wilayah Ha Tinh memang dikenal sebagai titik masuk krusial bagi penyelundupan satwa liar dari negara tetangga menuju wilayah pedalaman Vietnam.
Dalam pernyataannya kepada tim penyidik Investigasi Kepolisian Provinsi Thanh Hoa, Nguyen Doan Son mengakui jalur distribusinya secara terbuka.
"Saya mengakui telah membeli dua bangkai harimau tersebut dari seorang individu berkebangsaan Laos di area Ha Tinh sebelum membawanya ke Thanh Hoa untuk dijual kembali kepada Dat," jelas Son, dilansir Channel News Asia.
Saat ini, kepolisian sedang mendalami rute spesifik dan kendaraan yang digunakan Son untuk mengangkut beban seberat 400 kilogram agar tidak terdeteksi oleh pos pemeriksaan jalan raya. Penggunaan platform digital terenkripsi dalam kasus ini juga mendorong aparat untuk meningkatkan kapasitas unit kejahatan siber dalam memantau aktivitas perdagangan ilegal.