Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harimau (unsplash.com/Jessica Weiller)
Harimau (unsplash.com/Jessica Weiller)

Intinya sih...

  • Kepolisian Vietnam menemukan bunker rahasia berisi bangkai harimau dewasa di Provinsi Thanh Hoa

  • Polisi berhasil mengembangkan kasus penemuan bangkai harimau dengan menangkap pemasok utama senilai Rp1,2 miliar

  • Pihak berwenang menemukan peralatan lengkap di dalam bunker milik Dat yang dirancang khusus untuk memproses tulang harimau menjadi produk medis

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Vietnam menemukan dua bangkai harimau dewasa yang disimpan di dalam lemari pembeku pada sebuah rumah di Provinsi Thanh Hoa. Operasi penegakan hukum ini berujung pada penangkapan dua pria yang diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan gelap satwa liar yang dilindungi secara internasional.

Pihak berwenang menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penyelidikan intensif terhadap aktivitas ilegal yang menyasar spesies terancam punah di wilayah utara negara tersebut.

Saat ini, Vietnam terus menjadi perhatian dunia karena posisinya sebagai pusat konsumsi sekaligus jalur transit utama bagi perdagangan produk satwa liar ilegal. Berbagai produk dari spesies langka tersebut biasanya diperdagangkan secara gelap untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pengobatan tradisional, termasuk untuk memenuhi permintaan pasar di wilayah China.

1. Temuan bunker rahasia berisi bangkai harimau di Vietnam

Kepolisian Provinsi Thanh Hoa mengungkap keberadaan bunker rahasia berisi dua bangkai harimau beku di bawah kediaman seorang pria berusia 52 tahun bernama Hoang Dinh Dat di Desa Xuan Lap. Ruangan bawah tanah tersebut dirancang sangat kokoh dengan pintu besi dan sistem kamera pengawas (CCTV) untuk menghindari deteksi petugas. Di lokasi tersebut, polisi menemukan dua harimau dewasa dengan berat total mencapai hampir 400 kilogram yang disimpan di dalam lemari pembeku besar.

Operasi penggeledahan ini merupakan hasil dari pengumpulan informasi intelijen yang dilakukan oleh Divisi Polisi Ekonomi selama beberapa waktu. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tersangka telah merencanakan aktivitas ilegal ini dengan sangat teliti guna meminimalkan kecurigaan warga sekitar.

"Tersangka membangun bunker rahasia di bawah rumahnya dengan pintu besi yang diperkuat dan sistem kamera pengintai untuk memantau situasi," tulis pernyataan resmi kepolisian melalui platform daring mereka, dilansir Vietnam Net.

Saat ini, tim ahli sedang melakukan identifikasi lebih lanjut untuk menentukan apakah harimau tersebut berasal dari alam liar atau peternakan ilegal.

Secara geografis, posisi Provinsi Thanh Hoa yang strategis menjadikannya jalur transit utama bagi perdagangan satwa liar ilegal dari Laos menuju pasar besar di Hanoi maupun China. Hoang Dinh Dat diduga kuat berperan sebagai pembeli sekaligus pengolah akhir dalam jaringan perdagangan gelap ini. Keberadaan bunker dan peralatan lengkap di rumah tersangka menjadi bukti kunci mengenai adanya niat sistematis untuk melanggar hukum perlindungan satwa.

Atas perbuatannya, tersangka kini menghadapi dakwaan serius terkait pelanggaran regulasi perlindungan satwa liar yang terancam punah dan langka. Berdasarkan hukum yang berlaku di Vietnam, kepemilikan serta perdagangan harimau merupakan kejahatan berat yang diancam dengan hukuman penjara bertahun-tahun. Penemuan ini sekaligus memicu kekhawatiran mendalam mengenai masih maraknya aktivitas perburuan liar yang aktif di kawasan perbatasan.

2. Polisi tangkap pemasok harimau beku senilai Rp1,2 miliar

Kepolisian Provinsi Thanh Hoa berhasil mengembangkan kasus penemuan bangkai harimau di bunker milik Hoang Dinh Dat dengan menangkap tersangka kedua, Nguyen Doan Son. Pria berusia 31 tahun tersebut teridentifikasi sebagai pemasok utama yang menjual dua bangkai harimau kepada Dat. Penangkapan ini mengungkap jaringan perdagangan yang memanfaatkan teknologi digital untuk menutupi jejak komunikasi dari pihak berwenang.

Penyidik mengungkapkan bahwa kedua tersangka menggunakan platform media sosial Zalo untuk menyepakati transaksi ilegal tersebut guna menghindari pelacakan komunikasi tradisional. Dalam kesepakatannya, Dat membeli dua bangkai harimau dengan total berat hampir 400 kilogram seharga hampir dua miliar dong (Rp1,2 miliar).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Nguyen Doan Son mengaku mendapatkan pasokan satwa langka tersebut dari seorang warga negara Laos di wilayah Provinsi Ha Tinh. Son kemudian membawa bangkai tersebut melintasi perbatasan provinsi menuju Thanh Hoa demi mendapatkan keuntungan pribadi yang besar. Wilayah Ha Tinh memang dikenal sebagai titik masuk krusial bagi penyelundupan satwa liar dari negara tetangga menuju wilayah pedalaman Vietnam.

Dalam pernyataannya kepada tim penyidik Investigasi Kepolisian Provinsi Thanh Hoa, Nguyen Doan Son mengakui jalur distribusinya secara terbuka.

"Saya mengakui telah membeli dua bangkai harimau tersebut dari seorang individu berkebangsaan Laos di area Ha Tinh sebelum membawanya ke Thanh Hoa untuk dijual kembali kepada Dat," jelas Son, dilansir Channel News Asia.

Saat ini, kepolisian sedang mendalami rute spesifik dan kendaraan yang digunakan Son untuk mengangkut beban seberat 400 kilogram agar tidak terdeteksi oleh pos pemeriksaan jalan raya. Penggunaan platform digital terenkripsi dalam kasus ini juga mendorong aparat untuk meningkatkan kapasitas unit kejahatan siber dalam memantau aktivitas perdagangan ilegal.

3. Vietnam bongkar praktik pengolahan tulang harimau di bunker rahasia

Pihak berwenang menemukan peralatan lengkap di dalam bunker milik Dat yang dirancang khusus untuk memproses tulang harimau menjadi produk medis. Aktivitas ini merupakan tahap akhir dari rantai nilai perdagangan gelap sebelum produk didistribusikan kepada konsumen kalangan atas yang mencari status sosial maupun khasiat kesehatan. Vietnam saat ini berada dalam posisi krusial sebagai titik transit utama bagi perdagangan satwa liar dari berbagai sumber ilegal, baik dari alam liar maupun penangkaran, guna memenuhi permintaan besar di pasar domestik dan negara China.

Terkait kondisi tersebut, pihak berwenang memberikan penegasan mengenai tantangan yang dihadapi dalam pemberantasan kejahatan satwa liar.

"Negara di Asia Tenggara ini merupakan hub konsumsi dan rute perdagangan populer untuk produk hewan ilegal, termasuk tulang harimau yang digunakan dalam pengobatan tradisional," tulis pernyataan resmi kepolisian Vietnam dalam laporan penangkapan tersebut.

Meskipun Vietnam merupakan anggota konvensi internasional CITES yang melarang keras perdagangan harimau, populasi satwa ini di hutan-hutan Vietnam telah hampir punah sepenuhnya akibat perburuan liar yang masif selama beberapa dekade.

Operasi ini terus dikembangkan untuk mengidentifikasi keterlibatan sindikat yang lebih luas di sepanjang perbatasan Laos dan Vietnam. Selain penegakan hukum yang tegas di lapangan, para ahli lingkungan menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk mengubah perilaku konsumen. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan segala aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyimpanan satwa langka, mengingat para pelaku kini semakin canggih dalam menyembunyikan operasinya menggunakan fasilitas tersembunyi seperti bunker bawah tanah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team