Ilustrasi pesawat tempur. (unsplash.com/ Terence Burke)
Selama berdinas di Angkatan Udara AS, Brown memiliki rekam jejak mentereng selama 24 tahun sebelum pensiun pada 1996. Pria dengan julukan penerbang 'Runner' ini pernah memimpin misi tempur operasional dan unit sensitif serta bertanggung jawab atas sistem pengiriman senjata nuklir AS.
Setelah pensiun, ia melanjutkan karier sebagai instruktur pilot dan simulator penerbangan untuk berbagai armada pesawat. Ia tercatat pernah melatih para pilot militer AS untuk menerbangkan jet tempur siluman F-35 Lightning II yang terkenal canggih. Selain itu, ia juga piawai mengoperasikan pesawat penyerang darat A-10 Warthog, F-15 Eagle, dan F-16 Fighting Falcon.
Keahliannya ini membuat Brown menjadi incaran menarik bagi pihak asing yang ingin memodernisasi taktik kekuatan udara tempurnya. Dokumen penyelidikan menyebutkan Brown sangat antusias dengan tawaran pekerjaan di China karena memberinya kesempatan untuk terbang dan mengajar lagi.
“Pemerintah China terus memanfaatkan keahlian anggota dan mantan anggota angkatan bersenjata AS untuk memodernisasi kemampuan militernya,” ujar Asisten Direktur Divisi Kontraintelijen FBI Roman Rozhavsky, dilansir CNA.