Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mantan PM Norwegia Thorbjorn Jagland
Mantan PM Norwegia Thorbjorn Jagland (Chatham House, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Kekebalan diplomatik Jagland akan dicabut

  • Pesan Jagland-Epstein singgung wanita muda

  • Jagland berpotensi melanggar etika Institut Nobel

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Unit Kejahatan Ekonomi Polisi Norwegia (Økokrim) membuka penyelidikan terhadap mantan Perdana Menteri (PM) Thorbjorn Jagland pada Kamis (5/2/2026). Jagland dicurigai melakukan korupsi berat terkait hubungan dekatnya dengan mendiang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein. Keputusan ini diambil setelah otoritas Amerika Serikat (AS) merilis dokumen pengadilan yang mengungkap komunikasi intens antara keduanya.

Posisi strategis Jagland sebagai pejabat tinggi internasional menjadi sorotan utama penyidik dalam kasus ini. Selain sebagai PM Norwegia (1996-1997), ia juga diketahui pernah menjabat sebagai Ketua Komite Nobel Perdamaian (2009-2015) dan Sekretaris Jenderal Dewan Eropa saat interaksi dengan Epstein terjalin.

1. Kekebalan diplomatik Jagland akan dicabut

ilustrasi bendera Norwegia. (unsplash.com/Max van den Oetelaar)

Dilansir BBC, Kepala Økokrim, Pal K. Lonseth, menyatakan pihaknya telah menemukan alasan yang masuk akal untuk memulai investigasi korupsi berat terhadap politisi senior berusia 75 tahun tersebut. Fokus penyelidikan meliputi dugaan penerimaan hadiah, akomodasi perjalanan, dan pinjaman yang mungkin diterima Jagland dari Epstein.

Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, bereaksi cepat terhadap kabar penyidikan yang mengguncang reputasi negara Skandinavia itu. Pemerintah Norwegia berencana mengajukan proposal resmi ke Dewan Eropa untuk segera mencabut kekebalan diplomatik yang masih melekat pada Jagland sebagai mantan Sekretaris Jenderal.

"Fakta kasus ini harus terungkap, kekebalan Jagland tidak boleh menghalangi penyelidikan," tegas Espen Barth Eide, dilansir The Straits Times.

Di sisi lain, pengacara Jagland, Anders Brosveet, menyatakan kliennya siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum. Pihak pembela merasa yakin hasil penyelidikan akan membuktikan kliennya tidak bersalah dan berjanji segera menyerahkan dokumentasi relevan ke Økokrim.

2. Pesan Jagland-Epstein singgung wanita muda

Mantan Presiden AS Bill Clinton, Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell (Ralph Alswang, White House photographer, Public domain, via Wikimedia Commons)

Dokumen Departemen Kehakiman AS mengungkap korespondensi digital yang cukup rinci antara Jagland dan Epstein. Salah satu email tertanggal Mei 2012 menyebutkan Jagland sedang berada di Tirana, Albania, bersama "gadis-gadis luar biasa". Komunikasi berlanjut pada Januari 2013 dengan isi pesan yang memicu kontroversi publik. Dalam surat elektronik tersebut, mantan PM Norwegia itu menulis kalimat yang menyiratkan ketidakpuasan jika hanya ditemani wanita muda.

Selain komunikasi digital, Jagland terindikasi menikmati fasilitas properti milik Epstein secara cuma-cuma. Ia dilaporkan menginap di apartemen Paris pada 2015 dan 2018, serta kediaman mewah di New York pada 2018.

Fail tersebut bahkan memuat klaim Epstein bahwa Jagland akan berada di pulau pribadinya selama seminggu penuh. Ditemukan pula indikasi upaya fasilitasi pertemuan tingkat tinggi antara Epstein dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui jalur diplomatik yang dimiliki Jagland.

3. Jagland berpotensi melanggar etika Institut Nobel

Ketua Komite Nobel Thorbjorn Jagland menyerahkan medali dan diploma Hadiah Nobel kepada mantan Presiden AS Barack Obama (Official White House Photo by Samantha Appleton, Public domain, via Wikimedia Commons)

Institut Nobel Norwegia turut merespons isu yang menyeret nama mantan ketuanya tersebut. Institut menegaskan bahwa penerimaan keuntungan finansial dari sosok seperti Epstein merupakan pelanggaran etika serius bagi anggota komite.

"Jika Thorbjorn Jagland menerima keuntungan finansial signifikan dari Jeffrey Epstein, ini melanggar peraturan etika kami. Tentu saja, kami akan menunggu pernyataannya sebelum menarik kesimpulan akhir dalam kasus ini," ujar Direktur Institut Nobel, Kristian Berg Harpviken, dikutip Anadolu Agency.

Skandal dokumen AS ini ternyata tidak hanya menyeret Jagland, tetapi juga nama besar lain seperti Putri Mahkota Kerajaan Norwegia Mette-Marit. Sang Putri diketahui pernah bertemu Epstein di Florida dan bahkan bertukar pesan yang menyebut Epstein sebagai "teman gila"-nya, meski belakangan ia menyatakan penyesalan mendalam.

Forum Ekonomi Dunia (WEF) juga sedang melakukan tinjauan independen terhadap CEO mereka, Borge Brende. Mantan Menlu Norwegia itu diketahui pernah makan malam dan bertukar pesan dengan Epstein, yang memicu penyelidikan internal demi menjaga integritas organisasi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team