Racun amatoxin yang terkandung dalam jamur Death Cap dikenal sangat mematikan karena sifatnya yang stabil dan agresif dalam merusak sel tubuh. Senyawa berbahaya ini tidak dapat dihancurkan melalui proses memasak, merebus, membekukan, maupun mengeringkan, sehingga metode persiapan apa pun tidak akan mengurangi risiko keracunannya. Secara medis, satu buah jamur Death Cap saja sudah mengandung cukup amatoxin untuk menyebabkan kematian pada orang dewasa sehat jika tidak segera mendapatkan penanganan medis secara intensif.
Mekanisme kerja racun ini melibatkan penghentian sintesis protein dalam sel, terutama pada organ hati, yang memicu kematian sel secara luas. Terkait ancaman serius tersebut, Direktur CDPH, Dr. Erica Pan, memberikan peringatan tegas bahwa jamur Death Cap mengandung racun yang berpotensi mematikan dan dapat menyebabkan kegagalan hati. Kandungan utamanya, yaitu alpha-amanitin, diserap dengan sangat cepat oleh sistem pencernaan dan langsung menyerang organ vital setelah dikonsumsi.
Gejala keracunan ini muncul dalam tiga fase yang sangat menipu bagi korban maupun tenaga medis. Fase pertama ditandai dengan gangguan pencernaan hebat seperti mual dan diare dalam kurun waktu 6 hingga 24 jam, yang kemudian diikuti oleh fase pemulihan semu di mana pasien merasa seolah telah sembuh.
Memasuki fase ketiga, yakni sekitar 48 hingga 96 jam setelah paparan, korban akan mengalami kegagalan organ yang bersifat permanen. Dalam wabah kali ini, beberapa pasien harus dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU), bahkan tiga di antaranya memerlukan transplantasi hati sebagai satu-satunya jalan untuk selamat. Laura Marcelino, salah satu korban yang keluarganya jatuh sakit setelah mengonsumsi sup jamur liar, memberikan kesaksian mengenai betapa cepatnya kondisi kesehatan menurun.
"Kami mengira itu aman," ungkapnya, menceritakan perjuangan suaminya yang akhirnya harus menjalani prosedur transplantasi hati untuk bertahan hidup.
Kecepatan diagnosis menjadi faktor kunci karena pengobatan akan jauh lebih sulit dilakukan setelah gejala fisik yang parah muncul. Pihak medis menyarankan masyarakat yang merasa telah mengonsumsi jamur beracun untuk segera mencari bantuan di rumah sakit tanpa harus menunggu munculnya gejala. Sangat disarankan bagi warga untuk membawa sisa jamur atau dokumentasi foto bagian tudung, batang, hingga bagian bawah jamur guna membantu ahli mikologi mengidentifikasi spesies dan menentukan rencana perawatan yang tepat.