Dari belasan perempuan yang jadi korban, salah satunya menceritakan pengalaman mengerikan selama berhubungan dengan Carrick. Awalnya, perempuan yang tidak disebutkan namanya karena alasan hukum itu mengaku, Carrick adalah orang yang menyenangkan dan menawan.
Korban masih remaja saat berada dalam cengkeraman Carrick. Kisah dan pengakuan itu diceritakan kepada The Guardian.
Carrick dan korban menjalin hubungan, sempat berlibur ke luar negeri dan bermimpi membeli rumah bersama. Kemudian, Carrick berubah menjadi sosok yang gemar merendahkan dan mengontrol dengan ancaman karena dia polisi.
"Dia (Carrick) biasa berkata: 'Kamu milik siapa? Kamu milikku.' Dia berkata berkali-kali, 'Kamu harus mematuhiku," kata korban.
Perempuan itu mengaku ditendang jika tidak dituruti imajinasi seksualnya. Bahkan, korban pernah dipaksa untuk meminum air kencing pelaku. Carrick juga menahannya dengan borgol polisi atau mengikat pergelangan tangan dan kaki serta memperkosanya beberapa kali.
Saat perempuan itu mencoba untuk lari dari hubungan tersebut, Carrick menggunakan posisinya sebagai polisi untuk menakuti-nakuti.
"Suatu kali dia berkata kepada saya: 'Saya bisa membunuhmu. Saya bisa membunuhmu tanpa meninggalkan bukti apapun karena saya bekerja di kepolisian,” kata perempuan itu.