Jakarta, IDN Times - Filipina mendukung Pakta Aukus, kemitraan pertahanan Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik dari agresivitas China. Sikap Filipina ini sangat kontras dengan beberapa negara tetangganya di Asia Tenggara.
Salah satu klausul dalam Pakta Aukus adalah AS akan membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk Australia. Klausul itu memicu ketegangan antara Australia dan Prancis, karena Canberra akhirnya membatalkan kontrak pemesanan kapal selam bertenaga diesel dengan Paris senilai 40 miliar dolar AS (sekitar Rp570 triliun).
"Peningkatan kemampuan sekutu dekat luar negeri (Australia) ditujukan supaya memulihkan dan menjaga keseimbangan, daripada mengacaukan (stabilitas),” kata Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin, Selasa (21/9/2021), dikutip dari Reuters.
