Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Prabowo Tampil Beda di BIMP-EAGA-ASEAN, Bakai Jas Warna Krem
Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo menghadiri KTT BIMP-EAGA di Cebu dengan penampilan berbeda mengenakan jas krem dan peci hitam, mencuri perhatian di antara para pemimpin ASEAN lainnya.
  • Prabowo menekankan pentingnya BIMP-EAGA menjadi lebih adaptif terhadap perubahan global agar manfaat kerja sama terasa nyata bagi masyarakat di negara anggota.
  • Dalam pidatonya, Prabowo mengajak negara ASEAN memperkuat kolaborasi energi bersih seperti tenaga air, surya, dan angin untuk mendukung transisi energi kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, Kamis (7/5/2026). Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo tampil beda.

Dia tampak mengenakan setelah jas berwarna krem dibalut dengan peci hitam. Prabowo nampak mencolok di antara pemimpin negara lain.

Sebab, para pemimpin negara ASEAN itu terlihat mengenakan setelan jas berwarna gelap. Ada yang hitam, cokelat gelap dan juga biru navy.

1. Harus bisa lebih adaptif menghadapi tantangan perubahan zaman

Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Dalam acara tersebut, Prabowo menilai BIMP-EAGA perlu terus bergerak mengikuti perkembangan zaman agar manfaat kerja sama dapat dirasakan langsung masyarakat. Menurutnya, organisasi subkawasan itu perlu memiliki respons yang lebih cepat terhadap perubahan global.

Ia menuturkan, penguatan peran BIMP-EAGA harus diiringi dengan kebijakan yang mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat di negara anggota. Langkah tersebut dinilai penting agar kawasan tetap memiliki daya tahan di tengah tekanan global.

“Dengan semangat itu, BIMP-EAGA harus terus berkembang. BIMP-EAGA harus lebih adaptif, lebih berdampak, dan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat kita,” kata dia.

2. Penting untuk menjaga keselamatan dan mata pencaharian rakyat

Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mempertahankan sumber penghidupan rakyat di tengah situasi ekonomi dunia yang belum stabil.

Menurutnya, arah pembangunan kawasan sebenarnya sudah tertuang dalam visi BIMP-EAGA 2035. Tantangan berikutnya terletak pada pelaksanaan program yang benar-benar berjalan dan memberi hasil nyata.

“Prioritas kita jelas, melindungi keselamatan dan mata pencarian rakyat kita. Visi BIMP-EAGA 2035 telah memberi kita arah yang jelas. Sekarang tugasnya adalah mewujudkannya,” ucap Prabowo.

3. Prabowo ajak ASEAN kembangkan potensi

Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East (BIMP-EAGA) dalam rangkaian KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Kamis (7/5/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

Lebih lanjut, Presiden Prabowo kemudian mengajak ASEN mengembangkan potensi negara masing-masing. Ketahanan energi menjadi salah satu isu yang sedang hangat saat ini.

Oleh karena itu, Prabowo mengajak negara di ASEAN untuk saling bekerja sama. Sehingga, isu ketahanan energi tidak lagi menjadi hal yang menakutkan.

“Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bertindak berdasarkan potensi tersebut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan subregional kita, tetapi juga untuk berkontribusi pada transisi energi ASEAN,” kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyinggung langgah yang sudah dilakukan untuk mengembangkan energi bersih di kawasan. Mulai dari pengembangan tenaga air di Borneo, perluasan proyek energi surya di Palawan, dan pemanfaatan energi angin di wilayah pesisir.

“Transisi energi kita sedang melaju dengan kecepatan penuh. Kita tengah bangun tenaga surya 100 GW. Bersama-sama kita tingkatkan infrastruktur energi kita. BIMP-EAGA memiliki potensi yang besar,” imbuhnya.

Editorial Team