Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gedung Konsulat Rusia di Iran Terkena Serangan AS-Israel
potret bendera Rusia (unsplash.com/Sergey Beschastnykh)
  • Konsulat Jenderal Rusia di Isfahan, Iran, rusak akibat serangan Amerika Serikat dan Israel yang menargetkan kantor gubernur setempat pada 8 Maret 2026.
  • Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, meski ledakan menyebabkan kerusakan parah pada gedung dan apartemen sekitar serta membuat beberapa karyawan terlempar akibat gelombang ledakan.
  • Rusia mengecam keras serangan itu sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara AS dan Israel masih melanjutkan serangan ke Iran di tengah ketegangan militer yang belum mereda.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gedung Konsulat Jenderal Rusia di Kota Isfahan, Iran, dilaporkan terkena serangan Amerika Serikat dan Israel. Menurut keterangan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Selasa (10/3/2026), gedung Konsulat Rusia terkena serangan saat AS dan Israel menyerang kantor gubernur Provinsi Isfahan pada Minggu (8/3/2026) lalu. 

“Pada tanggal 8 Maret (2026), di Kota Isfahan, Iran, sebagai akibat dari serangan terhadap kantor gubernur provinsi dengan nama yang sama yang terletak di dekatnya, Konsulat Rusia mengalami kerusakan,” kata Zakharova dalam pernyataannya yang dirilis di laman resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

1. Tidak ada korban jiwa akibat serangan Rusia

ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Armin Forster)

Dalam pernyataannya, Zakharova menambahkan, gedung Konsulat Rusia di Isfahan mengalami kerusakan yang cukup parah imbas terkena serangan AS dan Israel. Beruntungnya, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Semua karyawan yang bekerja di sana dilaporkan dalam keadaan baik tanpa mengalami luka serius. 

“Jendela-jendela di gedung perkantoran dan apartemen tempat tinggal hancur berkeping-keping. Beberapa karyawan terlempar akibat gelombang ledakan. Untungnya, tidak ada korban jiwa atau luka serius,” lanjut Zakharova.

2. Zakharova menyebut serangan AS-Israel melanggar hukum internasional

potret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova (commons.wikimedia.org/Совет Федерации)

Zakharova mengecam keras serangan AS dan Israel yang mengenai gedung Konsulat Rusia di Isfahan. Ia juga menyebut tindakan tersebut telah melanggar hukum internasional. Sebab, dalam hukum internasional, gedung kedutaan besar dan konsulat jenderal suatu negara tidak boleh menjadi target serangan dalam peperangan. 

“Kami menuntut agar semua pihak menghormati sepenuhnya kekebalan fasilitas diplomatik dan menahan diri dari serangan terhadap keselamatan, nyawa, dan kesehatan personel mereka. Kami menyerukan (AS, Israel, dan Iran) segera mengakhiri konfrontasi militer dan kembali ke meja perundingan,” tegas Zakharova.  

3. AS dan Israel masih menyerang Iran

potret bendera Amerika Serikat dan Israel (pexels.com/www.kaboompics.com )

Saat ini, AS dan Israel masih terus menyerang Iran. Meski begitu, Iran tidak mau menyerang. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menegaskan pihaknya siap berperang habis-habisan sampai AS dan Israel berhenti melakukan serangan. 

Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, beberapa waktu lalu mengatakan perang dengan Iran akan segera berakhir. Sebab, ia mengklaim negara mayoritas Islam Syiah tersebut saat ini sudah kehabisan tenaga untuk berperang melawan AS dan Israel. 

"Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap. (Iran) tidak memiliki angkatan laut, tidak ada komunikasi, mereka juga tidak memiliki angkatan udara. Rudal mereka tinggal sedikit. Drone mereka diledakkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuatan drone mereka," ujar Trump dilansir CBS.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team