Ilustrasi biola. (Unsplash.com/Beth Rufener)
Menurut keterangan dalam situs web museum milik Von Bredow, dia menjadi populer setelah menemukan kerangka lengkap mamut di dekat kota kelahirannya di Siegsdorf, Jerman. Dia kemudian mendirikan museum mamut dan bekerja di bidang biologi, geologi, dan bidang lainnya.
Menurut tetangga Von Bredow di Aregua, dia telah menetap di kota itu selama dua tahun lalu dan dikenal sebagai pengrajin biola. Di Eropa dia juga dikenal sebagai pemulih alat musik.
Biola Stradivarius yang dikaitkan dalam kasus ini dibuat oleh Antonio Stradivari pembuat alat musik asal Italia, dianggap sebagai pengrajin biola paling terkemuka. Stradivari meninggal pada 1737, semasa hidupnya telah membuat lebih dari 1.000 biola, viola, dan Selo, sekitar 650 diyakini masih ada hingga saat ini. Dia pernah diminta oleh Raja James II dan Raja Charles III dari Spanyol untuk dibuatkan alat musik, dikutip dari BBC.
Biola Stradivarius yang dibuat Stradivari ini termasuk barang langka dan memiliki nilai jual yang tinggi. Salah satu biola Stradivarius, yang disebut "Lady Blunt" terjual sekitar 15 juta dolar AS (Rp247 miliar) pada lelang amal pada tahun 2011. Biola Stradivarius lainnya yang telah dilelang diperkirakan memiliki nilai yang lebih tinggi.