Instruktur tari Morgan Jenkins membuat video di depan sebuah mural bertema COVID-19 di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 April 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Mario Anzuoni
Petugas otoritas kesehatan setempat menjelaskan, dari laporan tersebut tidak ada satu pun yang meninggal dunia karena meminum cairan beracun itu. Mereka hanya menjalani rawat inap di rumah sakit.
Menurut data yang diperoleh The News, Poison Control Center hanya menangani 13 kasus sejak pernyataan Trump yang disampaikan ke publik.
“Selain itu, dari kasus yang dilaporkan antara Kamis dan Jumat, sembilan orang di antaranya meminum cairan Lyson. Sepuluh orang menenggak pemutih dan 11 orang lainnya meminum cairan pembersih rumah tangga,” ujarnya.
Sebelumnya, saat melalukan konferensi pers mengenai virus corona pada Kamis malam di Gedung Putih, Trump menyarankan dokter untuk dapat menyembuhkan pasien dengan menyuntikkan disinfektan seperti pemutih langsung ke paru-paru pasien mereka.
“Karena kita melihat virus masuk ke paru-paru dan jumlah yang sangat besar di paru-paru sehingga akan menarik untuk memeriksanya, kedengarannya menarik bagi saya," kata Trump, Kamis (23/4).