Jakarta, IDN Times – Sayap bersenjata Hamas pada Senin (2/9/2024) menyatakan bahwa perlakuan mereka dalam menangani sandera Israel telah berubah. Mereka beroperasi berdasarkan instruksi baru sejak Juni.
Abu Ubaida, juru bicara Brigade Al-Qassam Hamas, tidak memberikan rincian tentang instruksi tersebut. Ia hanya mengatakan, kelompoknya menganggap Israel bertanggung jawab atas kematian para sandera.
"Kegigihan Netanyahu untuk membebaskan tahanan melalui tekanan militer, alih-alih mengunci kesepakatan, berarti mereka akan dikembalikan ke keluarga mereka dalam keadaan tertutup. Keluarga mereka harus memilih apakah mereka menginginkan mereka hidup atau mati," katanya, dilansir The Straits Times.
Pengumuman itu muncul sehari setelah militer Israel menemukan jasad enam sandera dari sebuah terowongan di kota Rafah, Gaza selatan. Beberapa media melaporkan, mereka telah ditembak mati oleh Hamas saat pasukan Israel mendekat.
