Ilustrasi gereja Katolok. (Unsplash.com/Virgil Cayasa)
Para peneliti juga mengeluh dengan Takhta Suci di Swiss atau kedutaan Vatikan yang tidak memberikan kebebasan untuk arsip atau dokumen terkait.
“Saat ini, paus dan para kardinal mengaku ingin menjelaskan (tentang masalah ini), tapi mereka terus menolak akses terhadap arsip kedutaan besar dan Vatikan,” ujar Jacques Nuoffer, kepala kelompok dukungan untuk rakyat Swiss yang mengalami pelecehan dalam konteks agama.
Takhta Suci telah lama menolak untuk membuka berkas personel kepada penyelidik luar. Perwakilan Vatikan itu secara umum dilindungi dari keharusan melakukan hal tersebut melalui panggilan pengadilan dalam kasus-kasus pelecehan, karena Vatikan negara berdaulat berdasarkan hukum internasional.
Namun, beberapa pengecualian telah dibuat dalam beberapa tahun terakhir. Vatikan membagikan arsip yang berasal dari beberapa dekade yang lalu tentang kasus pelecehan seksual yang melibatkan Gereja Katolik Prancis.
Vatikan juga telah membuka arsipnya untuk penyelidikan internal terhadap mantan Kardinal Theodore McCarrick.
Dalam beberapa tahun terakhir, laporan nasional seperti di Jerman dan Prancis telah mendorong tuntutan restitusi bagi para korban dan memicu seruan agar para uskup, kardinal, dan pemimpin agama yang menutupi pelecehan seksual dijatuhi hukuman.