Demonstrasi penuntutan perilisan Epstein Files di No Kings Day pada 18 Oktober 2025 (Geoff Livingston from DC, USA, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Ghislaine Maxwell disebut memainkan peran penting dalam jaringan kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Dilansir dokumen pengadilan Amerika Serikat yang dirilis Departemen Kehakiman dan ringkasan kasus yang dihimpun Britannica, Ghislaine didakwa membantu Epstein merekrut, memanipulasi, dan mengeksploitasi anak-anak untuk tujuan seksual. Ia disebut bertindak sebagai perantara yang membangun kepercayaan para korban, sekaligus mengatur pertemuan mereka dengan Epstein.
Peran Maxwell menjadi fokus utama dalam proses hukum setelah Epstein meninggal dunia pada 2019. Jaksa menyebut Ghislaine sebagai sosok yang “memfasilitasi dan menopang” praktik perdagangan seks yang dilakukan Epstein selama bertahun-tahun. Dalam persidangan 2021, sejumlah korban memberikan kesaksian bahwa Maxwell terlibat langsung dalam proses perekrutan dan pengawasan.
Pada Desember 2021, Ghislaine dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk perdagangan seks anak dan konspirasi. Departemen Kehakiman Amerika Serikat melansir, ia kemudian dijatuhi hukuman 20 tahun penjara pada 2022. Vonis tersebut menegaskan posisinya sebagai figur kunci dalam kasus Epstein, sekaligus menutup salah satu bab penting dalam upaya hukum mengungkap jaringan kejahatan seksual yang melibatkan Epstein dan lingkarannya.