Jakarta, IDN Times - Di tengah blokade Selat Hormuz yang telah berlangsung lebih dari sebulan, Filipina mendapat angin segar dari Iran. Teheran menjamin kapal dan pelaut Filipina dapat melintasi jalur strategis tersebut dengan aman.
Jaminan ini menjadi krusial bagi Manila yang tengah menghadapi tekanan besar pada sektor energi. Selama ini, Filipina sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah yang sebagian besar harus melewati Selat Hormuz.
Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro pada Kamis (2/4/2026).
Pemerintah Filipina menyambut langkah ini sebagai terobosan penting di tengah kebuntuan global dalam membuka kembali jalur pelayaran tersebut.
Di saat negara-negara besar masih kesulitan memulihkan akses, kesepakatan bilateral ini menunjukkan pendekatan berbeda yang mulai ditempuh oleh negara-negara terdampak.
