Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Guatemala Tingkatkan Penjagaan usai Pembunuhan El Mencho di Meksiko
suasana di Guatemala (unsplash.com/unsplashbydan)
  • Guatemala meningkatkan penjagaan di perbatasan Meksiko lewat Operasi Sabuk Api setelah militer Meksiko menewaskan bos kartel CJNG, El Mencho.
  • Pemerintah Guatemala menyiagakan polisi dan tentara untuk mencegah ancaman kartel narkoba, terutama di wilayah Huehuetenango dan San Marcos yang rawan penyelundupan.
  • Meski status siaga dicabut, Amerika Serikat tetap mempertahankan peringatan perjalanan level 3 ke Guatemala karena risiko kekerasan di beberapa area masih tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Guatemala memutuskan untuk meningkatkan penjagaan di perbatasan Meksiko usai militer Meksiko membunuh bos Cartel Jalisco Nueva Generación (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.  Lewat akun media sosialnya, militer Guatemala menyebut, pengamanan ini sebagai bagian dari Operasi Sabuk Api. Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemantauan dan patroli pengamanan di perbatasan Meksiko. 

Sebelumnya, Meksiko dan Guatemala sudah menyetujui operasi gabungan untuk melawan Kartel Sinaloa. Kesepakatan kedua negara menyusul maraknya kasus kekerasan imbas aktivitas penyelundup narkoba dan manusia. 

1. Guatemala cegah ancaman kartel narkoba Meksiko di negaranya

Kementerian Dalam Negeri Guatemala mengatakan bahwa polisi juga sudah disiagakan. Personel polisi akan bekerja sama dengan tentara Guatemala untuk mencegah ancaman kartel narkoba asal Meksiko. 

Dilansir CRN Noticias, Guatemala menekankan bahwa penjagaan di perbatasan sudah dipermanenkan. Sedangkan peningkatan penjagaan beberapa hari ini adalah langkah pencegahan di tengah kemungkinan perubahan skenario. 

“Dengan kebijakan ini, Guatemala mengantisipasi risiko transnasional dan memperkuat kapasitas respons dan memastikan perdamaian dan ketenangan warga di perbatasan Guatemala dan Meksiko,” tuturnya. 

2. Guatemala menjadi titik strategis penyelundupan narkoba, senjata, dan manusia

Polisi Guatemala mengatakan bahwa dua wilayah perbatasan Meksiko, Huehuetenango dan San Marcos, menjadi titik stategis penyelundupan narkoba, senjata, dan manusia. Alhasil, sejumlah kartel narkoba Meksiko berusaha memperebutkan area tersebut. 

Dilansir Prensa Libre, terjadi perebutan kekuasaan antara Kartel Sinalia dan sejumlah geng kriminal lokal, Los Huistas dan Kartel Chiapas-Guatemala yang beraliansi dengan CJNG. Selain itu, Kartel Teluk juga masih beroperasi di area selatan Meksiko. 

3. AS belum mau cabut peringatan perjalanan ke Guatemala

Pekan lalu, Guatemala resmi mengakhiri status siaga menyusul tingginya kasus kekerasan imbas aktivitas geng kriminal. Meskipun demikian, Amerika Serikat (AS) belum mau mencabut peringatan perjalanan level 3 ke negara Amerika Tengah tersebut. 

Dikutip dari The Tico Times, Washington mencabut peringatan untuk tidak bepergian dan memperingatkan agar warganya tidak pergi ke area berbahaya. Sejumlah area yang berisiko, termasuk Zona 18 di Guatemala City atau di Villa Nueva, sedangkan Huehuetenango ditetapkan sebagai area terlarang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team