ilustrasi CCTV (unsplash.com/Michał Jakubowski)
Kasus penghapusan data puluhan perusahaan Israel meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Mayoritas korban dilaporkan telah berhasil memulihkan dan menjalankan bisnis mereka kembali.
Pelaku juga menyasar sekitar 50 kamera pengawas, khususnya di area perumahan pribadi Israel, selama tiga pekan terakhir. Otoritas keamanan setempat berhasil memblokir upaya peretasan kamera tersebut agar tidak meluas ke jaringan lain.
Peningkatan serangan ini terjadi walaupun Iran sempat mengalami pemadaman internet.
"Beberapa dari mereka menggunakan kemampuan satelit, tetapi ada juga cara lain yang bisa mereka gunakan untuk terus melakukan serangan siber," tutur Direktur Jenderal Direktorat Siber Nasional Israel Yossi Karadi, dilansir The Straits Times.
Pihak Iran sendiri pernah memanfaatkan peretasan kamera publik pada perang Juni 2025. Saat itu, hasil peretasan dimanfaatkan untuk menentukan target serangan rudal Iran.