Mantan tentara dan pendiri Sekolah Veena Vandini bernama VP Sharma, menyatakan terinspirasi untuk melatih ambidexterity pada murid-muridnya dari presiden pertama India, Rajendra Prasad (Menjabat dari tahun 1950 hingga 1962) yang juga ambidextrous.
"Saya membaca di sebuah majalah bahwa presiden pertama Rajendra Prasad India dulu menulis dengan kedua tangannya. Kejadian tersebut mengilhami saya untuk mencobanya," kata Sharma.
"Kami mulai melatih siswa dari kelas I dan pada saat mereka mencapai standar III, mereka merasa nyaman menulis dengan kedua tangannya," tambah Sharma. "Siswa standar VII dan VIII bisa menulis dengan kecepatan dan ketepatan. Selanjutnya, mereka dapat menulis dua skrip sekaligus dengan masing-masing tangan. Siswa juga menguasai beberapa bahasa termasuk bahasa Urdu,".
Setiap 45 menit di kelas Sekolah Veena Vandini mencakup 15 menit ditujukan untuk melatihan menulis. Agar memastikan bahwa setiap siswa mengembangkan kemampuan untuk menulis dengan kedua tangannnya.
VP Sharma juga percaya bahwa keterampilan tersebut memudahkan siswa untuk belajar banyak bahasa. Bahkan Sharma mengajarkan mereka untuk menulis kata-kata sama dalam bahasa yang berbeda pada saat bersamaan.