Sejak 1980-an, Uni Soviet mulai tertatih-tatih dalam mengelola negaranya yang besar. Negara raksasa itu mengalami masalah kekurangan pangan yang akut dan carut-marut ekonomi.
Pada 1986, reaktor nuklir pembangkit listrik Chernobyl meledak dan itu dianggap sebagai simbol keruntuhan blok komunis yang semakin tak sanggup mengelola negaranya.
Mikhail Gorbachev, yang memimpin Soviet pada 1985, mulai memperkenalkan reformasi 'glasnost' dan 'perestroika' yang berarti keterbukaan dan restrukturisasi.
Namun, kebijakan itu bergerak jauh lebih cepat dari yang diramalkan dan gelombang revolusioner muncul menuntut reformasi di dalam blok komunis Soviet.
Secara bertahap, revolusi yang menggoyahkan Soviet terjadi di berbagai wilayah, dari mulai Hongaria, Ceko, dan negara-negara lain. Itu juga menular di Jerman Timur, di mana mulai Oktober 1989 sekitar 70 ribu orang turun ke jalan menuntut kebebasan di kota Leipzig.
Pada November 1989, lima hari sebelum Tembok Berlin diruntuhkan, setengah juta rakyat Jerman Timur melakukan demonstrasi besar. Kegagalan politik turut memperparah keadaan. Pemerintah GDR kewalahan.
Pada akhirnya, Gunter Schabowski, juru bicara pemerintah GDR, pada 9 November melakukan konferensi pers dengan membacakan catatan yang sebelumnya tidak ia periksa.
BBC menjelaskan, dalam catatan itu, ada kalimat yang langsung dibacanya yakni "perjalanan pribadi ke luar negeri sekarang bisa diajukan tanpa prasyarat."
Dia sendiri terkejut dengan kalimat tersebut, apalagi para wartawan yang hadir menyaksikannya. Dia mencoba membalik dan mengacak-acak catatan itu untuk mencari penjelasan, namun siaran itu sudah terlanjur tersiar.
Siaran pers yang juga tayang di televisi itu segera diketahui oleh publik. Ribuan rakyat Jerman Timur segera berbondong-bondong menuju Tembok Berlin, berharap dapat menyeberangi Jerman Barat.
Dengan jumlah penjaga yang tidak sebanding dengan ribuan massa, pada akhirnya penjaga perbatasan memerintahkan untuk membuka gerbang.
Ribuan rakyat Jerman Timur segera mengalir ke Jerman Barat, merayakan kebebasan itu sambil menangis bahagia dan mabuk dengan pesta bir serta sampanye. Banyak juga yang memanjat tembok dan memotong tembok itu sendiri dengan palu dan kapak.
Dengan segera, puluhan kilometer Tembok Berlin segera dihancurkan sampai malam hari.
Seiring keruntuhan Uni Soviet, komunisme juga runtuh di Jerman Timur. Setahun setelah Tembok Berlin runtuh, Jerman Timur dan Jerman Barat bersatu menjadi Republik Federal Jerman.