Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Arrmanatha Nasir
Wakil Menteri Luar Negeri RI (Wamenlu) Arrmanatha Nasir. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Intinya sih...

  • Persiapan KTT D-8 terus dimatangkan dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

  • Pemerintah Indonesia mendorong kehadiran kepala negara dan penguatan peran ekonomi D-8.

  • Indonesia akan menggelar pertemuan khusus membahas isu Palestina dengan fokus solusi adil dan bantuan kemanusiaan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia terus mematangkan persiapan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing Eight (D-8) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 April mendatang. Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan, berbagai langkah koordinasi lintas kementerian dan lembaga telah dilakukan secara intensif, termasuk rapat terakhir yang digelar pada pekan lalu.

Persiapan tersebut mencakup aspek substansi maupun teknis, mengingat KTT D-8 merupakan agenda besar yang melibatkan seluruh instansi terkait.

Selain KTT utama, Indonesia juga akan menggelar sejumlah pertemuan pendahuluan serta pertemuan khusus yang membahas isu Palestina dengan melibatkan negara-negara anggota D-8 dan sejumlah negara lain.

1. Persiapan KTT D-8 masih terus dimatangkan

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu), Arrmanatha Nasir. (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Arrmanatha menjelaskan, koordinasi persiapan KTT D-8 telah dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait.

“Untuk D-8 persiapan kita terus lakukan. Minggu lalu telah kita adakan lagi koordinasi antara semua yang dipimpin oleh Wamenlu dan Wamen Sesneg, karena ini kan KTT dan seluruh instansi terkait,” ujar Arrmanatha di kantornya, Jakarta, Senin (9/2/2026).

Ia menambahkan, rapat tersebut menjadi rapat koordinasi terakhir sebelum pelaksanaan rangkaian acara KTT. “Jadi itu rapat terakhir. Nah, ini kita akan laksanakan KTT D-8 pada 15 April,” katanya.

Sebelum KTT, Indonesia juga akan mengawali rangkaian kegiatan dengan pertemuan tingkat menteri. “Sebelumnya kami dahului dengan konferensi tingkat menteri (KTM), dengan pertemuan senior official meeting (SOM),” ujarnya.

Menurut Arrmanatha, persiapan substansi terus dilakukan secara rutin. “Setiap minggu itu ada persiapan substansi dan teknis,” kata dia.

2. Dorong kehadiran kepala negara dan penguatan peran ekonomi D-8

Wamenlu RI Arrmanatha Nasir. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Pemerintah Indonesia juga tengah mendorong kehadiran kepala negara dari negara-negara anggota D-8 dalam KTT tersebut. “Saat ini yang kita lakukan adalah untuk terus mendorong kehadiran kepala negara yang cukup besar, yang banyak, yang sebanyak mungkin. Ini terus yang kita lakukan,” ujar Arrmanatha.

Ia menegaskan, Indonesia ingin memanfaatkan momentum KTT D-8 tahun ini untuk memperkuat peran negara-negara Muslim, khususnya di sektor ekonomi.

“Untuk D-8 tahun ini tentunya kita ingin memperkuat peran negara-negara Muslim di sektor ekonomi,” katanya.

Menurutnya, penguatan kerja sama ekonomi antarnegara D-8 penting untuk menghadapi kondisi global yang sedang bergejolak. “Untuk bisa mengatasi situasi ekonomi global yang juga sedang tidak stabil,” ujar Arrmanatha.

3. Pertemuan Palestina fokus solusi adil dan bantuan kemanusiaan

Wamenlu Arrmanatha Nasir. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Selain agenda KTT D-8, Indonesia juga akan menggelar pertemuan khusus yang membahas isu Palestina pada hari yang sama.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut akan melibatkan negara-negara anggota D-8 serta lima negara OKI lainnya. “Itu juga kita akan menghadirkan anggota D-8 juga lima negara OKI lainnya. Jadi itu juga akan diadakan pada tanggal 15 siang harinya,” ujarnya.

Terkait fokus pembahasan Palestina, Arrmanatha mengatakan, pertemuan tersebut akan menyoroti perkembangan terkini dan langkah-langkah bersama yang bisa diambil.

Ia menegaskan, target utama tetap mengacu pada kesepakatan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). “Targetnya yang telah disepakati oleh OKI tentunya ujungnya adalah justice solution,” ujar Arrmanatha.

Selain itu, Indonesia juga mendorong agar bantuan kemanusiaan terus dapat masuk ke Palestina. “Kita ingin memastikan agar bantuan kemanusiaan terus dapat masuk, kita bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat Palestina,” katanya.

Arrmanatha juga berharap, gencatan senjata yang sedang berlangsung dapat terus dipertahankan. Terkait kehadiran kepala negara, Arrmanatha menyebut masih bersifat informal. “Kalau yang informal sudah ada indikasi positif dari beberapa kepala negara,” katanya.

Editorial Team