Indonesia-Inggris jalin kerja sama di bidang kemaritiman. (Dok. Kedubes Inggris)
Dalam kerja sama ini, ada empat nota kesepahaman (MoU) strategis yang ditandantangani Babcock, bersama dengan universitas-universitas terkemuka, mitra industri, dan pemangku kepentingan utama dari program MPP.
MoU ini mencakup pengembangan tenaga kerja, pendidikan, beasiswa, serta kapabilitas industri guna mendukung tujuan maritim Indonesia dan implementasi MPP, antara lain:
- Beasiswa Chevening: Babcock berkomitmen mendanai total 30 beasiswa Chevening Pemerintah Inggris bagi mahasiswa Indonesia, yang akan diberikan secara bertahap selama periode tiga tahun untuk mendukung calon pemimpin masa depan di sektor maritim dan industri.
- Konsorsium Universitas: Babcock bermitra dengan enam universitas di Inggris dan Indonesia untuk memperkuat kapasitas pendidikan dan keterampilan maritim yang selaras dengan prioritas MPP, membuka peluang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Konsorsium ini terdiri dari Newcastle University, University of Strathclyde, University of Edinburgh, University of Glasgow, Universitas Indonesia, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
- Teknologi Angkatan Laut dan Maritim: Babcock dan PT Len Industri akan berkolaborasi dalam pengembangan teknologi angkatan laut dan maritim, termasuk potensi pemanfaatan fasilitas DEFEND ID.
- Kolaborasi Pembuatan Kapal: MoU dengan PT Citra Shipyard untuk menjajaki kerja sama dalam pembuatan kapal, pengembangan keterampilan, transfer teknologi, dan rantai pasok.
MoU ini melanjutkan kesepakatan maritim senilai 4 miliar poundsterling antara Inggris dan Indonesia yang ditandatangani pada November 2025. Inisiatif ini juga memperkuat komitmen Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Sir Keir Starmer di London pada 20 Januari 2026.