Jakarta, IDN Times - Pejabat intelijen dan militer Amerika Serikat (AS) mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki cadangan persenjataan yang signifikan setelah digempur selama berminggu-minggu. Negara tersebut dilaporkan sedang berupaya memulihkan rudal dan drone-nya di tengah gencatan senjata yang rapuh.
Dengan sisa persenjataannya, Iran diperkirakan masih akan mampu memblokade Selat Hormuz. Baru-baru ini, negara tersebut juga memutuskan untuk kembali menutup selat vital tersebut.
"Semua orang kini tahu bahwa jika ada konflik di masa depan, menutup selat akan menjadi hal pertama dalam buku pedoman Iran. Anda tidak bisa mengalahkan geografi," kata mantan pejabat intelijen militer Israel Danny Citrinowicz, dilansir The New York Times pada Senin (20/4/2026).
