Jakarta, IDN Times – Pengawal Revolusi Iran (IRGC) melontarkan ancaman terbuka kepada 18 perusahaan teknologi besar asal Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan Timur Tengah. Entitas tersebut dinyatakan sebagai sasaran sah sebagai bentuk balasan atas serangan militer AS dan Israel terhadap Iran.
Pernyataan itu disiarkan lewat kanal Telegram yang berafiliasi dengan IRGC pada Selasa (31/3/2026), yang menegaskan rencana aksi balasan berupa penghancuran unit-unit terkait setiap kali terjadi pembunuhan terhadap tokoh Iran.
“Mulai sekarang, untuk setiap pembunuhan, sebuah perusahaan Amerika akan dihancurkan,” kata mereka di Telegram, dikutip CNBC.
